|Sunday, July 15, 2018

TANGERANG GEMILANG HANYA ANGIN SORGA 

Tangerang, SK

UntitledMenuju Tangerang gemilang, demikian jargon yang diusung Bupati tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan wakilnya Hermanyah dalam membangun kabupaten tangerang tahun 2013 – 2018. Salah satu item dalam jargon tersebut adalah mengentaskan  buta huruf. Namun bagi warga kampong dadap khususnya siswa SDN DADAP 01 , kecamatan Kosambi tabupaten tangerang, jargon tersebut hanyalah angin sorga semata. Bertahun lamanya mereka tidak menikmati nyamannya dunia pendidikan.dihampir setiap musim penghujan maupun datangnya air pasang laut, sekolah ini langsung di genangi air. Akibatnya waktu mereka (siswa dan guru, red) habis untuk membersihkan ruangan kelas dari air dan lumpur. (2/10/17).

sekolah yang berdiri tahun 1970 an ini seakan hidup segan mati tak mau. Sebab, sering tergenangnya sekolah ini juga berdampak ke penerimaan siswa baru karena orangtua calon siswa enggan menyekolahkan anaknya ke sekolah ini, akibatnya tahun lalu sekolah ini tidak mendapatkan siswa baru. Dengan kata lain saat ini, sekolah ini tidak memiliki anak didik kelas dua. Melihat dari sisi luar, gedung ini seakan bukan tempat Kelompok belajar mengajar karena terkesan kumuh. Bahkan ada tulisan lahan sekolah ini dalam sengketa.

Dodi salah seorang guru disana mengatakan,sudah  berulangkali perma tangerangsalahan ini dilaporkan namun hingga saat ini pihak pemerintah, khususnya Pemkab Tangerang tidak ada perhatian.

“iya pak, sudah berulang kali hal ini kami laporkan ke dinas, bahkan berulangkali pula penderitaan kami ini di beritakan berbagai media namun hingga saat ini sekolah ini tidak mendapat  perhatian”,padahal boleh dibilang tempat kami ini adalah perbatasan dengan DKI, ibu kota Negara namun masih ada ternyata sekolah yang kondisinya seperti ini, tuturnya.Terkait dengan permasalahan ini, Hadisa Mansyur selaku kepala Dinas pendidikan kabupaten Tangerang, hingga berita ini di turunkan tidak berhasil di konfirmasi. Menurut sekretaris pribadinya dodi, Kepala dinas tidak bisa di ganggu karena sedang banyak tugas.Dapatkah buta huruf di berantas jika sekolah tidak representative.?, dapatkah Tangerang gemilang jika dunia pendidikan tidak tertata dengan baik..?. (sahat/manotar)

 

Related posts:

Leave a Response