|Friday, August 17, 2018

*PELAYANAN TAK MAKSIMAL INSPEKTORAT AKAN PANGGIL KAKON GUNUNG RAYA* 

PRINGSEWU LAMPUNG,SK

AddText_07-23-06.29.09Inspektorat Pringsewu akan melakukan pemanggilan, terhadap kepala Pekon Gunung Raya, Susilowati  terkait dugaan pelayanan kurang maksimal dan disinyalir  hampir semua pekerjaan pembangunan yang menggunakan Dana Desa  dipekon Gunung raya  dikerjakan oleh pihak ketiga, tidak membudidayakan masyarakat Gunung raya kecamata Pangelaran utara kabupaten Pringsewu.Endang Budiarti Inspektur Pringsewu,melalui sekretaris  Heriyadi Saat di hubungi via  ponsel  kamis 26/7/2018 mengatakan, pihak insfektorat akan lakukan pemanggilan terhadap pihak kepala pekon Gunung raya guna dimintai keterangan tentang kebenaran laporan tersebut.

“Kita minta keterangan dulu kebenaran, kalau memang semua benar baru kita akan ambil langkah sesuai prosedur.” Tegas Heriyadi.

Lanjutannya, kita dari inspektorat hanya sekedar  pengawasan dan pembinaan saja “Kita akan kroscek apa yang jadi viral dimedia,”ucapnya.

Seperti berita sebelumnya Warga masyarakat Pekon Gunung Raya Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu Lampung, merasa kecewa dan mengeluh dengan adanya  Pelayanan Pekon setempat yang tidak maksimal, pasal nya, diduga pelayanan pekon yang seharus nya mempercepat mempersingkat keperluan masyarakat ternyata semua itu belum sepenuh nya dapat di rasakan oleh salah satu warga Pekon setempat.

Jono Warga Dusun Sukamaju Pekon Gunung raya Kecamatan Pagelaran Utara, menceritakan kronologi yang pernah di alami nya ketika ia hendak mengurus surat menyurat untuk melangsungkan pernikahan nya, ” saat itu Jono mengajukan surat permohonan yang seyogya nya wajib dan harus di tanda tangani oleh kepala pekon, akanbtetapi Jono merasa kesulitan untuk bertemu kepala pekon karena kakon berdomosili si dua tempat, “kata Jono”

Lanjut Jono, “ketika saya mengajukan surat untuk saya menikah di kantor pekon, itu sempat tertunda karena kepala pekon nya tidak ngantor, sehingga saya memutuskan untuk mendatangi rumah kediaman kakon di talang padang tanggamus,karna yang saya tahu ibuk kakon itu jarang masuk/ngantor yang belum pasti seminggu bahkan bisa lebih dia tidak masuk untuk memenuhi kewajiban nya selaku kepala pekon. “kata Jono. Sambung Jono”sehingga saat harus menghadap Kakon di Talang Padang,  tentu harus mengeluarkan kembali untuk traspor (Biaya Ples ) untuk bekal transportasi guna menuju rumah kediaman rumah pribadi Kakon Susilowati yang berada jauh di kecamatan Talang Padang,meskipun jauh tetapi tidak ada pilihan karna semua ini saya di tuntut harus memiliki rekomendasi yang mana salah satu persaratan pernikahan yang wajib terpenuhi, meskipun saat bertemu kakon sayapun harus rela mengeluarkan biaya sebesar Rp 50rb untuk administrasi diduga untuk Kepentingan Pekon,demi meluruskan niat saya,sayapun tidak merasa keberatan merogoh uang kantong demi kepentingan serta tujuan saya menikah.”tegas Jono”

Saya berharap untuk kedepan hal ini tidak akan terulang lagi baik itu menimpa diri saya atau orang lain,serta saya berharap untuk pelayanan pekon kusus nya kakon dimasa depan dapat menjadi contoh tauladan yang baik kepada bawahan serta masyarakat pada umum nya,sehingga pelayanan di pekon gunung raya ini betul-betul dapat maksimal sesuai yang menjadi harapan impian masyarakat haruslah sesuai pada poksinya yaitu melayani mengayomi masyarakat.”tutup Jono.

Susilowati kepala Pekon Gunang raya ketika dihubungi melalui via telepon selulernya belum bisa memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan.   (Davit Segara) 

Related posts:

Leave a Response