|Tuesday, October 23, 2018

KADUS DUSUN III DIBERHENTIKAN, DIDUGA LECEHKAN UPACARA HUT RI KE-73. 

PRINGSEWU,SK

AddText_08-20-12.53.39Pekon Banyuwangi dihebohkan dengan adanya kejadian dianggap masyarakat setempat kurang pantas berkesan diduga melecehkan hari besar bangsa indonesia.Sehingga pekon banyuwangi mengadakan rapat dadakan di kantor pekon setempat.senin 20/08/18.Turyono Kepala pekon Banyuwangi Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu Lampung Dalam rapat mengatakan, ia merasa kecewa dengan mengutuk salah satu oknum aparatur pekon dusun tiga (III) pekon Banyuwangi berinisial ‘SO’ di anggap telah bersikap memalukan pada saat pelaksanaan upacara hari besar HUT RI ke 73 di pekon panyuwangi, Saat upacara penurunan bendera merah putih, Jum’at (17/08/18).sore.Dilanjutkan Turyono, dengan kejadian tersebut berawal dari saat pelaksanaan penurunan sang pusaka bendera merah putih,’SO’ dengan se’enaknya mengendarai sepeda motor berkesan arogan mengangkat kaki menari di atas motor lalu masuk kelapangan alun-alun area dimana pelaksanaan upacara Hut RI pada saat penurunan bendera merah putih itu sedang berlangsung.”Saya akan menindak tegas SO sesuai dengan hasil musyawarah kesepakatan antara pihak pekon, tokoh pemuda, masyarakat, adat,agama dan BHP kudus nya,karna hal ini sudah sepenuh nya marah serta kecewa pada SO” ini semua bukan hanya sekedar bersumber dari kata masyarakat,tetapi sayapun sendiri telah ikut melihat menyaksikan peristiwa memalukan itu saat sedang berlangsung,” tandas Turyono.Senada Sardi (49) Ketua BHP pekon banyuwangi mengatakan, “Atas nama pribadi saya sangat betul-betul sangat kecewa dengan terjadinya peristiwa tidak di inginkan ini, secara tugas,saya akan betul-betul harus tegas membawa apa yang menjadi kemauan masyarakat saat ini terhadap ‘SO’.” tegas sardi.

Dalam kesepatan tersebut,Sarwono 40 th selaku tokoh masyarakat pekon banyuwangi mengatakan, “dalam hal ini saya juga turut prihatin serta malu dengan terjadinya hal ini. Serta saya datang ke forum ini membawa beban dari masyarakat kepada saya untuk menyampaikan kemauan mereka agar SO segera di berhentikan.” tandasnya Sarwono.Dari hasil musawarah tersebut, kepala pekon memutuskan memberhentiksn SO untuk nonaktif dari jabatan nya selaku kepala dusun tiga (3) pekon banyuwangi. 

Terpisah, Moudy Ary Nazolla, S.STP, MH, Senin (20/8/2018), Jam 11: 59 wib saat dihubungi melalui telpon selulernya, “Saya juga sudah meminta keterangan langsung dari aparat pekon banyuwangi terkait kejadian tersebut. Tentunya saya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, dimana seperti kita ketahui bahwa upacara bendera merupakan acara yang sakral sebagai bentuk penghormatan kita terhadap lambang negara. Kejadian tersebut jadikan sebagai pelajaran bagi kita semua untuk lebih menghormati dan menghargai lambang negara kita,” ungkapnya.”Saya juga mengapresiasi langkah cepat seluruh aparat pekon beserta Bhabinsa dan Bhabinkabtibmas untuk segera mengadakan musyawarah guna memberikan sanksi yang tepat kepada yang bersangkutan. Kejadian ini jangan sampai terulang lagi dikemudian hari,” harap Moudy Ary Nazolla dengan tegas.Turut hadir dalam rapat, kapospol banyumas Bripka YUDI.A, bhabinkamtibmas banyuwangi Briptu MUJAHIDIN, Babinsa banyumas Serka SUTARDI, aparatur pekon lengkap. (Davit)

Related posts:

Leave a Response