ANGGARAN DANA DESA BUMI RESTU 2018 DI DUGA BANYAK DI KORUPSI

oleh

LAMPUNG UTARA, SK

Kucuran Dana Desa dari pemerintah pusat kepada masing – masing desa yang jumlahnya cukup besar hingga mencapai Milyaran Rupiah, dengan adanya kuncuran dari pemerintah pusat melalui APBN dan APBD bertujuan untuk membangun desa mulai dari infrastruktur sampai sumber daya manusianya.

Kutipan dari menteri keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati “Saya titip anggaran itu bukan untuk kepala desa, tapi untuk rakyat di desa” namun kutipan tersebut sepertinya tidak sejalan dengan realisasi yang di lakukan oleh para oknum – oknum kepala desa, Desa Bumi Restu Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara. Minggu (27/1/2019).

Karena besar anggaran tersebut kadang menjadi sasaran empuk bagi oknum – oknum kepala desa yang membuat curang untuk melakukan tindakan memperkaya diri sendiri alias Korupsi.

Desa Bumi Restu Kecamatan Abung Surakarta sekitar 700 jutaan lebih yang di peroleh dari APBN di duga menjadi sarat kurupsi. hal itu terlihat ketika bangunan fisik DD tahun 2018 saat ini sudah mulai banyak retak – retak dan ngelupas.

Hasil penelusuran seperti yang ada di
Desa Bumi Restu Kecamatan Abung Surakarta kabupaten Lampung Utara. Dana Desa (DD) yang di pergunakan untuk infrastruktur untuk membangun desanya. diduga di korupsi oleh kepala desa melalui Mark Up anggaran dan kualitas bangunan yang sangat buruk.

Pasalnya terlihat dari fisik DD belum seumur jagung pembangunan – pembangunan tersebut, seperti drenasi yang sudah mulai retak – retak dan patah. yang menunjukan kwalitas pengerjaanya yang buruk, Selain dari pada pembangunan drainase. tampak juga terlihat pembangunan jalan lapen belum lama selesai saat ini sudah mengelupas diduga tidak sesuai bestek dan RAB .
Salah satu warga yang melintas “engan di sebutkan namanya” mengatakan sangat menyayangkan dengan pembangunan di desa Bumi Restu. karna dalam pengerjaanya terkesan asal jadi, pasalnya terlihat dari dimulai pembangun pertama, seperti pembuatan Drainase.” saya melihat dari peletakan batu pertama yang kelihatanya batu tersebut tidak menyusun dengan baik. cara susunannya batu tersebut hanya nampel – nempel saja di tanah. benar dugaan saya bangunan itu sekarang sudah mulai retak – retak dan patah, saya khawatir bangunan ini tidak bertahan lama,”Ungkapnya

dirinya juga berharap kepada pemerintah. di mulai dari daerah hingga ke pusat agar lebih memperhatikan dalam pengawasan di desa – desa.” Iyah tolonglah kepada pemerintah agar di perketat pengawasannya agar benar – benar maksimal, sementara untuk penegak hukum ketika memang ini ada unsur korupsi tolong di selidiki dan di tuntaskan, biar hal ini tidak berkepanjangan,” harapnya Hingga berita ini di turunkan kepala Desa Bumi Restu belum dapat di konfirmasi. (Lisman E).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *