KSS BANTAENG BANTU KHITANAN WARGA KURANG MAMPU

oleh

BANTAENG, SK

Komunitas Sahabat Sehat (KSS) Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, kian massif melakukan sosialisasi hidup sehat di Bantaeng. Selain itu, KSS Bantaeng juga terus melaksanakan tujuh program kesehatan dari rumah ke rumah.Klinik kesehatan keluarga Azzahra yg menjadi mitra KSS Bantaeng untuk melakukan khitanan seorang bocah yang kurang mampu. Bocah tersebut diketahui bernama Eka Saputra (12). Dia diketahui adalah warga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan untuk khitanan.

Eka Saputra menjalani khitanan gratis di klinik kesehatan keluarga Azzahra. Klinik yang dikelola dr.Armansyah ini menjadi tempat kerja sama untuk khitanan gratis di kab. Bantaeng.

“Melalui KSS kami bisa berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu, khususnya warga binaan KSS yang membutuhkan layanan khitanan,” jelas Direktur Klinik Kesehatan Keluarga Azzahra, dr Armansyah.

Dia mengatakan, meskipun gratis bukan berarti layanan khitanan ini seadanya. Dia mengaku jika layanan khitanan ini adalah layanan berkualitas menggunakan metode sunat modern.

Komunitas Sahabat Sehat (KSS) Bantaeng makin massif melakukan sosialisasi hidup sehat. Komunitas yang baru saja dideklarasikan pekan lalu di Balai Kartini, Bantaeng ini terus mendatangi rumah ke rumah untuk sosialisasi hidup sehat.Sebelumnya, KSS Bantaeng tidak hanya sekadar sosialisasi, komunitas yang terdiri dari honorer tenaga kesehatan dan relawan kesehatan ini juga melakukan tujuh program gratis untuk mesyarakat Bantaeng. Program-program itu di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi kesehatan, pemberian rujukan, pemeriksaan laboratorium, promosi kesehatan, pemberian abate dan fogging dan sunatan.

“Semua program ini dilaksanakan secara gratis,” jelas Koordinator Rumah Induk Relawan KSS Bantaeng, Iswandi Gunawan, Minggu, 3 Maret, kemarin.Dia mengatakan, sosialisasi ini dilakukan dari rumah ke rumah. Tujuannya untuk mendeteksi potensi penyakit yang diderita setiap warga di Bantaeng. Jika menemukan ada potensi penyakit, maka relawan ini akan memberikan tindak lanjut medis lainnya.

“Kegiatan kami utamanya adalah untuk mencegah. Jika ada yang ditemukan penyakit, maka kami upayakan tidak ada komplikasi lanjutan,” jelas dia.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *