PERNYATAAN KONTROVERSIONAL SEKDES KARANGLEWAS–JATILAWANG. “SAYA NAJIS JOKOWI”

oleh

BANYUMAS-JATENG,SK

“Saya najis dengan jokowi-sehingga meski kalah saya tetap mendukung prabowo “kata Rohim iman Suprihatin alias nanang sekdes karang lewas-kec.jatilawang-kab.bms-baru2 ini.

Pernyatannya tersebut mengemuka ketika di konfirmasi awak media ini di kediamannya terkait pelaksanaan PTSL yang di anggap banyak pihak ada diskriminasi dalam pelayanan-pungli bahkan sampai menembus batas regulasi.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan alasan kenajisannya dgn Joko Widodo “hampir semua programnya selalu merepotkan dan memojokkan pemerintah desa “timpalnya seraya mencontohkan Program PKH, dimana pemdes tidak pernah di libatkan namun dalam pendistribusiannya sangat diskriminatif sehingga berpotensi menimbulkan konflik-terbukti orang kaya menerima namun orang miskin justru sebaliknya-demikianpun dgn PTSL “katanya dgn suara lantang sambil kembali berucap “makanya saya najis dan bosan dengan aturan-aturan Jokowi “paparnya.Tentunya pernyataannya tsb tidak semestinya di ucapkan oleh siapapun meski dengan dalih apapun-terlebih dirinya merupakan bagian dari birokrasi pemerintah desa-mengingat ucapanya tsb sama saja menyerang-melecehkan dan menghina martabat-kehormatan serta kewibawaan Presiden Jokowi yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di republik ini sehingga bisa di pidanakan-dgn ancaman hukuman pidana paling lama-8 tahun-sebagaimana termuat dlm salah satu pasal KUHP Terlebih dalam pelaksanaan PTSL di desanya di duga kuat dirinya mencari keuntungan pribadi mengingat ada pembedaan terhadap pemohon dlm menentukan besarnya biaya-sebagaimana di sampaikan oleh Sujangi-warga desa-losari rt.07-rw.06-kec.rawalo kab.banyumas–“terkait  PTSL-saya di pungut biaya oleh nanang sebesar rp.500.000.-/bidang “katanya seraya menambahkan jika dirinya baru mengambil satu sertifikat dari dua bidang yang di ajukan-mengingat keterbatasan dana “katanya.Hal yangg sama juga katakan oleh Sudiro dan beberapa warga losariyg ikut dlm PTSL “berdalih jika kita warga lanjan maka di kenakan biaya PTSL oleh nanang sebesar @ rp.500.000.-/bidang,padahaluntuk warga karang lewas hanya di kenakan biaya sebesar @ rp.350.000.-/bidang-namun karenakita bodoh sehingga meskipun protes tidak diterima  “paparnya.

Menanggapi hal tsb secara tegas nanang mengakuinya–“PTSL di desa kr.lewas dlm pengajuannya sebanyak 1800 bidang dgn biaya atas dasar kesepakatan sebesar @ rp.350.000/bidang.Namun untuk pemohon di luar warga desa karang lewas kita pungut biaya sebesar @ rp.500.000./bidang karena mereka-warga lanjanyang tidak pernah ikut kerja bakti dan sekaligus tuk menutup denda atas pajak yangbelum mereka bayar “katanya.Sementara ketika di tanya terkait berapa banyak warga di luar karang lewasyg ikut PTSL-secara tegas dirinya menjawab “ada sekitar 100 orang “timpalnya.

Tak pelak jika kebijakannya tsb sangat di sayangkan banyak pihak-terlebih berdalih memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat dirinya berani mendanai terlebih dahulu seluruh biaya PTSL bagi pemohon-meski di akuinya dana tsb meminjam secara pribadi ke bank batara purwokerto-shg berpotensi memunculkan pertanyaan bernada minor–“knp dirinya berani bertindak demikian-ada apa di balik ini semua..?!

Apalagi seiring berjlnya waktu dirinya berani melakukan pungli dan sekaligus diskriminasi dlm melakukan penarikan biaya-khususnya terhadap warga lanjan @ rp.500.000.- /bidang yg berselisih @ rp.150.000./ bidang dari hasil kesepakatan-shgkemana sisa uang hasil pungutan terhadap 100 orang warga di luar karanglewas-apalagi jika tiap org tsb ada yg lebih dari satu bidang dlm pengajuannya….?!

Mungkinkah uang tsb masuk kantong pribadi atau barangkali buat bancakan dgn panitia PTSL yg lain….?! Namun terlepas dari semuanya-tentunya aparat dan pihak terkait di harapkan segera melakukan tindakan sesuai dgn regulasi yang ada-mengingat ucapan dan keputusannya selain merendahkan martabat-kehormatan dan kewibawaan presiden jokowi sekaligus di duga kuat melakukan pungli dlm pelaksanaan PTSL di desanya. (Suliyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *