WaWako Hadiri Penilaian Kampung Hidroponik Kelurahan Jatiasih

oleh

Kota Bekasi, SK. 

Bersamaan dengan Jadwal Penilaian Kampung Hidroponik pada, Selasa (18/08/2020) siang, di Jl. Cikunir Raya gang Rawa Semut I tepatnya wilayah RT 01/RW 013 Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto turut meninjau sekaligus memaparkan kegiatan yang juga berhungan dengan program Lomba Kampung Hidroponik dari Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan yang di maksud adalah ‘Lomba RW Siaga’ seperti apa yang disampaikan Wakil Walikota Bekasi dalam sambutannya, “Karena saat ini kita sedang ada yang namanya Lomba RW Siaga ya Pak RW. Ikut gak Pak RW, lomba RW Siaga…?,” tanya Tri Adhianto kepada Ketua RW 013 Kelurahan Jatiasih saat sesi sambutan.

Dari hasil pantauan media, kegiatan Penilaian Kampung Hidroponik ini dinilai langsung oleh Tim Penilai yang dipimpin Ibu Annie Marijam, sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi. Selain itu hadir juga Ahmad Sahroni Sekretaris DKPPP Kota Bekasi, Nurdin Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jatiasih mewakili Ibu Hj. Mariana Camat Jatiasih yang sebelumnya sempat menghadiri penilaian di RW 003 Kelurahan Jatimekar, Sakum sebagai Lurah Jatiasih yang didampingi Sekretaris Kelurahan Jatiasih, serta Ketua RW 013 dan Haryanto atau Otoy panggilan akrab Ketua Karang Taruna RW 013 sebagai pelopor Kampung Hidroponik di RW 013 Kelurahan Jatiasih.

Berdasarkan penjelasan Tri Adhianto, dalam Lomba RW Siaga ada beberapa point yang nantinya akan menjadi bahan penilaian. Seperti hasil pandangan Wakil Walikota Bekasi hari itu yang disampaikan, dari hal ketahanan pangan sudah mampu untuk dijadikan point penilaian. Terlebih point-point penilaian lainnya juga dijelaskan seperti Zero Criminal dan Zero Covid-19. Tri Adhianto juga menyebutkan, ketiga point tersebut menjadi penentu dalam penilaian untuk masuk pada kriteria RW Siaga yang hadiahnya mencapai Rp. 1 Milyar. Tak hanya dari sisi teknis penilaian yang disampaikan, maksud dan tujuan diadakannya program tersebut pun telah menjadi rumusan pemerintah terhadap ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat di masa pandemic. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat juga bisa berinovasi serta dapat menjadi solusi pendapatan/income keluarga masing-masing. Selain itu, terkait dengan lomba Kampung Hidroponik dinilai dapat merubah kebiasaan lama menjadi pola hidup yang baik dengan mengkonsumsi sayuran bersih dan sehat.

Selanjutnya Nurdin pun memberi support dengan menyampaikan, “Kita harus berusaha semaksimal mungkin. Insya Allah, tim penilai tolong berikan kami nilai yang sebaik-baiknya,” ucap Sekretaris Kecamatan Jatiasih dalam sambutannya mewakili Camat Jatiasih.

Sementara dari hasil pemaparan Otoy, sejauh ini Karang Taruna RW 013 sudah merealisasikan gagasannya dan turut mengajajak masyarakat setempat untuk bercocok tanam secara hidroponik serta budidaya ternak lele dalam hal ketahanan pangan di wilayah itu. Beberapa sayuran hasil dari tanaman hidroponik baru hanya bisa didistribusikan dengan harga yang relatif terjangkau kepada masyarakat setempat. Selain itu sebagian hasil panen lainnya dimanfaatkan oleh ibu PKK sebagai makanan olahan seperti jus sayur mayur dan keripik bayam. Terlebih jika ikan lele sudah siap untuk dipanen, dapat diberikan kepada pengepul serta didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

Dengan adanya acara tersebut Otoy pun merasa bangga yang sangat luar biasa, dan ia juga berharap agar kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremoni, “Harapan kita ini, ketika adanya kampung hidroponik ini ada tindak kelanjutannya Pak. Bukan hanya sebatas, ‘mohon izin gitu’ (red- kata ungkapan) bukan sebatas seremonial kita ada’in perlombaan kampung hidroponik. Di kita ini pengurus RT, RW, Karang Taruna, Lurah, kita gak peduli menang atau kalah, yang penting sudah ditunjuk sebagai suatu titik lokasi itu sudah menjadi kebanggaan buat wilayah kita,” ungkap Otoy kepada Wakil Walikota Bekasi dalam pemaparannya.

Maksud Otoy menyampaikan tindak lanjut dari kegiatan tersebut adalah dalam hal pemasaran hasil tanaman hidroponik keluar dari wilayah itu. Dimana kegiatan hidroponik ini telah mereka bangun sejak Tahun 2016 silam. Usai kegiatan berlangsung, kepada media ini Wakil Walikota Bekasi menyampaikan sangat mengapresiasi seluruh masyarakat RW 013 Kelurahan Jatiasih, yang telah berupaya mengoptimalkan lahan yang terbatas di lingkup perkotaan.

Lebih lanjut, menanggapi harapan yang disampaikan Otoy, Wakil Bekasi ini mengungkapkan, “Jadi ternyata yang bersangkutan belum ikut kemarin. Sudah kita sosialisasikan dan kita juga sedang membuat dashboard,” ungkapnya seraya menambahkan, “Kita juga sudah kerja sama dengan teman-teman yang ada di supermarket. Pada prinsipnya mereka welcome untuk bisa menerima hasil produksi kita,” kata Tri kepada media.

Menurut Tri Adhianto dalam penjelasannya, hal yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana dapat bertahan dengan spontanitas. Wakil Walikota Bekasi menyadari bahwa setiap kelompok petani bukan bagian dari industri melainkan home industri, dan tidak dapat menghasilkan panen yang begitu besar. Maka dari hal tersebut harus diatur dalam tingkat kota, dengan menentukan waktu pola tanam, panen, dan pemasarannya. Sehingga ada suatu kepastian, berapa yang dapat Kota Bekasi hasilkan dalam setiap hari untuk bisa masuk ke dalam supermarket, dan nantinya akan dibuatkan dalam suatu dashboard.

Komunikasi dan adaptasi terhadap teknologi yang nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan tingkat kota, juga dirasa perlu untuk dibangun pelatihan serta pembinaan dari Pemerintah Kota Bekasi. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *