Antusias Warga Jatirasa,Sambut Baik Program CFW KOTAKU

oleh

Kota Bekasi, SK 

Ungkapan terima kasih disampaikan pejabat wilayah, mengenai program yang diklaim dapat dirasakan secara…

langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar, terlebih di masa pandemi seperti sekarang. 

Melalui media ini Lurah Jatirasa, Dedi Suhadi menyampaikan, “Tentunya saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah provinsi, dari program KOTAKU (red – Kota Tanpa Kumuh) atas bantuan Cash For Work (red – CFW) untuk warga Jatirasa. Ini sangat bermanfaat sekali bagi warga yang terkena dampak secara langsung, dalam posisi sulit saat pandemi,” ucap Dedi saat dimintai tanggapannya oleh wartawan di Kantor Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Jumat (09/07/2021). 

Alhamdulillah, sambung Lurah Jatirasa, “Ini bisa menyasar ke warga kita yang benar-benar membutuhkan pekerjaan dan tidak ada pemasukan sama sekali pada masa pandemi,” ungkap Dedi menambahkan rasa syukurnya atas program padat karya dari KOTAKU. 

Sebenarnya berdasarkan penjelasan Lurah Jatirasa, program itu tidak melibatkan pihak kelurahan secara langsung seperti, proses surat perintah kerja dan pencairan dana, “Memang itu tidak melibatkan kelurahan, karena ini program bantuan provinsi melalui BKM (red – Badan Keswadayaan Masyarakat), diteruskan ke KSM (red – Kelompok Swadaya Masyarakat),” terangnya sekaligus tidak menghilangkan fungsi kewilayahan, untuk melihat dan meninjau hasil pekerjaan yang berada di wilayah Kelurahan Jatirasa.

Sebelumnya ketika disambangi pada waktu tertentu, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Jatirasa, Eka Diah Yustina Herawati menerangkan bahwa total anggaran program padat karya KOTAKU tersebut berjumlah Rp. 300 Juta. 

Senada dengan Lurah Jatirasa, Eka juga menuturkan, proses pencairan dana diterima melalui rekening BKM yang kemudian dikirimkan ke dalam rekening KSM, “Jadi uang itu turun Rp. 300 juta. BOP (red – Biaya Operasional) BKM Rp. 5 Juta, nah sisanya untuk kegiatan,” tuturnya di hadapan media, didampingi oleh Ranin Nuryadin selaku Ketua KSM Rasa Asih 1 Kelurahan Jatirasa.

Masih menurut Eka, sebanyak 65% dari total sisa anggaran tersebut dipergunakan untuk membayar upah tukang/pekerja, “30 persennya itu (red – untuk) material, tapi materialnya tidak material yang baru ya. Material yang masih bisa dipergunakan, ya dipergunakan lagi. Tapi kalau memang tidak bisa dipergunakan, ya kita beli materialnya,” ujar Eka menjabarkan peruntukan anggaran di ruang kerjanya.

Dari keterangan yang disampaikan Eka, diketahui program tersebut lebih fokus kepada pekerjaan perawatan maupun perbaikan fasilitas umum di lingkungan masyarakat, seperti perbaikan saluran air yang lebarnya tidak lebih dari 30 Cm dan perbaikan jalan lingkungan.

Sedangkan untuk pekerjaan perbaikan jalan lingkungan, titik lokasinya sudah ditentukan dari program sebelumnya yang sudah dikerjakan sejak tahun 2011 sampai tahun 2013 menggunakan Paving Block.

 

Adapun dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan menjadi 2 tahap pekerjaan. Pada tahap pertama, pekerjaan dilakukan di 8 titik lokasi yang terbagi dalam wilayah RW. 003 dan RW. 004 Kelurahan Jatirasa. Saat itu diketahui, pekerjaan di tahap pertama telah sampai pada proses finishing. Seluruh pekerjaan melibatkan 58 orang warga secara langsung, yang dibagi pada masing-masing titik lokasi pekerjaan sebagai tenaga kerja.

Sementara, masih di lokasi yang sama (05/07), Ketua KSM Rasa Asih 1 Kelurahan Jatirasa menambahkan, saat ini pihak KSM sedang menyelesaikan pekerjaan 70% atau yang dimaksud dengan tahap pertama, “Rencananya di tahap kedua, yang 30 persen itu di RW. 001 dan RW. 002 ada 3 titik,” kata Ranin Nuryadin.

Menurut Ranin, antusias seluruh pekerja maupun warga sekitar sangat tinggi dalam menyambut program padat karya dari KOTAKU ini. Bahkan ketika proses pemberkasan untuk melanjutkan pekerjaan tahap kedua sedang berjalan, beberapa warga yang ikut sebagai pekerja sudah menanyakan jadwal untuk pelaksanaan tahap berikutnya. 

Selain itu melalui pembinaan dan bimbingan teknis (bimtek), sebelumnya seluruh pekerja termasuk pihak BKM dan KSM sendiri telah mengikuti pelatihan terlebih dahulu. (Andrew) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *