Bupati Jepara Tidak Konsisten Dengan Peraturan Yang Dibuatnya Sendiri.

oleh

Jepara,SK

Sangat disayangkan peristiwa yang terjadi di rumah makan Maribu,Jalan Shima Jepara minggu 06/06/2021 . Pemandangan yang tidak elok dimasa pandemi dengan segala bentuk peraturan pembatasan gerak masyarakat Jepara tetapi ironisnya justru yang terhormat Bupati Jepara nampak menyanyi bergembira dengan melepaskan masker, pada acara hajatan bapak Soleh  mantan Sekda Kab. Jepara.

Beliau yang selama ini menemani Bupati melakukan sosialisasi prokes COVID-19 di kecamatan- kecamatan dan desa-desa di Jepara. Artinya ini tidak Konsisten dan telah melanggar protokol kesehatan, pelanggaran ini juga diperkuat dengan ada nya program PPKM lokal Jepara tanggal 1 Juni 2021 karena peristiwa tersebut terjadi 6 juni 2021.

Jadi lebih jelas nya Bupati Jepara telah membuat aturan tapi juga melanggar peraturan yang telah dibuat dan ditandanginya sendiri.

Perlu diketahui, menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya,setelah kejadian resepsi tersebut diantara orang – orang yang hadir,panitia kerja,penyanyi,mencapai puluhan  yang  terpapar covid- 19.Seperti nya Bupati kurang empaty dan abai meski penyebaran covid- 19 semakin melonjak di Jepara.”Kalau sudah terjadi  seperti ini hanya cukup minta maaf ?? Dan bahkan cenderung merasa tak bersalah ,”Katanya dengan nada kecewa.

Sementara masyarakat harus taat aturan, bahkan bagi pedagang kaki lima yang tidak taat atau berdagang melebihi jam 8 malam,dagangannya disiram air sehingga jadi rusak semua ( rakyat kecil jadi sengsara).

Menyaksikan Bupati berdendang ria di masa pandemi tentunya masyarakat mempertanyakan perbuatan tersebut yang mengiris hati masyarakat yang sedang dalam kondisi cemas dan terpuruk disuguhi tontonan yang kurang elok. .Di mohon aparat penegak hukum terkait dapat bertindak tegas atas pelanggaran terhadap prokes dan UU kesehatan tahun 2018 yang diduga telah dilakukan Bupati Jepara bersama tim nya. Buktikan jika hukum di Jepara tidak hanya tajam ke bawah dengan kata lain tidak seorangpun yang kebal hukum. Sementara diharapkan DPRD berjumlah 50 an jangan bungkam seribu bahasa, wakil rakyat harus membela rakyat bukan membela penguasa.Ataukah sudah terkebiri /tersandra oleh berbagai kepentingan pribadi atau kelompok?  Hanya Tuhan yang tahu.

Sedangkan Anggaran covid begitu besar 203 Miliar  tapi situasi Jepara belum juga membaik,tapi justru terus meningkat. Semoga Tuhan melidungi Jepara dan melakukan keadilanNya  pada orang yang Zolim.( B.Simanjuntak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *