Terjadi Pencurian di Ruang Isolasi RS Mitra Keluarga Cibubur, Kok bisa?

oleh
Suryana-kiri-saat-mendampingi-Ato-Suparto-kanan-memberikan-keterangan-dihadapan-rekan-rekan-media..jpeg

Kota Bekasi, SK. 

dok.-Foto_Andrew-Surat-Laporan-kepada-pihak-kepolisian-Polsek-Pondok-Gede-terkait-kejadian-pencurian-di-Ruang-Isolasi-RS-Mitra-Keluarga-Cibubur..jpeg 26 April 2021

Suryana-kiri-saat-mendampingi-Ato-Suparto-kanan-memberikan-keterangan-dihadapan-rekan-rekan-media..jpeg
Ato-Suparto-memperlihatkan-lapooran-kepada-pihak-kepolisian-Polsek-Pondok-Gede-terkait-pencurian-di-Ruang-Isolasi-RS-Mitra-Keluarga-Cibubur.jpg

Pihak keluarga Bapak Ato Suparto, warga Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna menyampaikan rasa kekecewaannya atas pelayanan yang diterima dari Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Cibubur, “Intinya saya sangat kecewa terhadap pelayanan dari Rumah Sakit, teledor tentang keamanannya ini, kata Suryana, anak dari Bapak Ato Suparto ketika ditemui rekan-rekan media di tempat kediamannya, Kamis (22/04/2021) Malam. 

Suryana yang juga kebetulan diketahui sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Jatisampurna, sempat mempertanyakan tingkat pelayanan Rumah Sakit swasta tersebut, “Ini bagaimana pelayanannya Rumah Sakit, kita saja pihak keluarga sewaktu mau masuk Ruang Isolasi dihadang, hanya sampai lobby. Karena Ruang Isolasi itu benar-benar steril, jadi kami pun pihak keluarga tidak diperbolehkan untuk masuk, tapi kok bisa ada pencuri/maling,” tegasnya menirukan respon dirinya saat mendapat kabar dari RS Mitra Keluarga Cibubur (24/03) Pagi bahwa, Handphone (HP) Bapak Ato telah dicuri orang. 

Malam itu Suryana turut mendampingi Ato Suparto, menceritakan kronologi singkat sebelum sampai dengan sesudah kejadian. Ia pun menuturkan, pada 23 Maret 2021 lalu Ato Suparto dibawa berobat ke RS Mitra Keluarga Cibubur. Setibanya di lokasi, keluarga Bapak Ato langsung disambut oleh pihak RS untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19, “Jam 2 (red – Siang) itu kita sudah sampai di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, secara protokol kesehatan sekarang itu harus swab, jadi bapak (red – Ato Suparto) di swab dulu. Setelah menunggu 3 jam lebih, swab antigen itu hasilnya keluar dan bapak dinyatakan negatif,” terang Suryana. 

Berhubung melihat kondisi Bapak Ato yang sedang lemas, pihak keluarga pun meminta agar Ato Suparto dapat di rawat. Meskipun dari hasil test swab antigen telah dinyatakan negatif, Ato Suparto tetap disarankan pihak RS untuk menjalani test PCR guna menjalani perawatan. 

Tak tanggung-tanggung, belum diketahui hasil dari test PCR tersebut, pasien juga disarankan untuk ditempatkan pada Ruang Isolasi sambil menunggu selama 24 Jam, sampai dengan hasil test yang kedua keluar. 

Malam harinya, Ato Suparto mulai memasuki Ruang Isolasi yang dapat diisi oleh 2 orang pasien. Namun menurut pengakuan Ato, saat itu Ruangan Isolasi tersebut hanya diisi oleh dirinya seorang. Ketika berada di dalam Ruang Isolasi, “Setelah video call (red – dengan keluarga) sekitar setengah 10 (red – Saya) tidur. Kira-kira sekitar Jam setengah 4 atau 5 (red – Pagi) ada yang memeriksa,” ungkap Ato, dan pada saat itu juga ia baru menyadari bahwa sebuah HP miliknya telah hilang. 

Setelah pihak RS Mitra Keluarga Cibubur melaporkan kejadian tersebut, dengan rasa penuh kecewa pihak keluarga memaksa agar Ato Suparto dipindahkan ke Rumah Sakit lain pada hari itu juga. Padahal di hari yang sama melalui hasil test PCR, Ato Suparto dinyatakan positif, “Akhirnya bapak itu saya bawa pulang paksa. Siang itu (red – 24/03) proses sampai Malam, saya ingin bapak saya itu di bawa pulang. Itu urusan saya pihak keluarga, mau saya bawa ke Rumah Sakit mana, itu urusan saya,” ucap Suryana menirukan kembali ucapannya, saat memaksa agar Bapaknya dapat keluar dari RS Mitra Keluarga Cibubur. 

Insiden kejadian pencurian itu, lanjut Suryana, “Tanggal 24 Maret, karena kita juga sempat dikasih lihat CCTV (red – Closed Circuit Television) bang. Di CCTV itu saya lihat, kalau tidak salah itu kejadiannya (red – Pukul) 02:58 WIB dini hari. Ciri-ciri orangnya pakai Jaket, pakai Topi, tapi menurut pengakuan pihak Rumah Sakit itu orang luar,” imbuhnya menambahkan, sekaligus mempertanyakan orang luar yang bisa masuk Ruang Isolasi Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur. 

Usai Ato Suparto dipindahkan ke RSUD tipe “D” Jatisampurna, keesokan harinya (25/03) pihak keluarga pun mengaku dihubungi pihak RS bahwa, pihak manajemen RS Mitra Keluarga Cibubur ingin bertemu untuk memberikan penjelasan. Dalam pertemuan itu, Suryana sempat mempertanyakan pertanggung jawaban Rumah Sakit atas kejadian pencurian ini. 

Dari hasil pertanyaannya itu Suryana mendapatkan jawaban, pihak Rumah Sakit tidak berkewajiban untuk mengganti barang tersebut, dan hanya mampu untuk membantu jika keluarga ingin melaporkan kepada pihak kepolisian melalui bukti CCTV. 

Akibat kejadian tersebut pihak keluarga mengalami kerugian mencapai Rp. 2.550.000,-, dan kejadian ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Pondok Gede dengan Laporan Polisi No.: LP: /320-PG/ K/ IV/ 2021/ Restro Bks Kota, pada Tanggal 16 April 2021 setelah Ato Suparto menjalani isolasi mandiri selama 10 hari di rumah, serta dinyatakan negatif dari hasil test di RSUD tipe D Jatisampurna. 

Selain itu, masih dalam pengakuan Suryana, terhitung selama 2 hari perawatan Ato Suparto di RS Mitra Keluarga Cibubur menghabiskan biaya kurang lebih mencapai Rp. 12 Juta. Sebenarnya Suryana maupun Ato Suparto sendiri, tidak terlalu mempermasalahkan harga atas kerugian dari HP-nya yang hilang. Hanya saja rasa kekecewaan itu ada karena, keselamatan pasien pada saat kejadian itu sangatlah patut untuk dipertanyakan kepada pihak RS Mitra Keluarga Cibubur dalam pertanggung jawabannya. 

Sementara pada saat dikonfirmasi media ini, pihak RS Mitra Keluarga Cibubur berdalih tidak bisa memberikan informasi mengenai kejadian tersebut, dengan alasan perlindungan data pasien maupun hal yang terjadi di Rumah Sakit. Meskipun telah dijelaskan terkait tujuan konfirmasi ini untuk pemberitaan, pihak RS kembali bertanya tujuan konfirmasi yang dilakukan wartawan. 

Disinggung mengenai kekecewaan pihak keluarga pasien atas insiden pencurian itu, Tesa yang diketahui sebagai customer service (CS) Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur menjelaskan, “Pada dasarnya kami sudah menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pihak keluarga, apabila ada hal yang belum diselesaikan sebenarnya bisa disampaikan langsung ke manajemen atau Rumah Sakit kami,” jelasnya melalui sambungan telepon Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur, Jumat (23/04/2021). 

Tesa juga meminta wartawan agar datang secara langsung bila ingin melakukan konfirmasi mengenai hal tersebut, namun dirinya juga tidak dapat memastikan waktu pertemuan dengan pihak manajemen Rumah Sakit. Berselang sehari, Sabtu (24/04/2021) pihak manajemen maupun Tesa sendiri tidak berhasil ditemui media ini di RS Mitra Keluarga Cibubur. (Andrew) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *