Tasikmalaya,SK

ProgramĀ Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diusung sebagai program unggulan Presiden Prabowo, kini menghadapi krisis kepercayaan nasional menyusul gelombang kasus keracunan makanan yang mengkhawatirkan di kalangan siswa.
Angka korban keracunan terus melonjak tajam. Hal ini memaksa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengambil tindakan tegas dengan memanggil ribuan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan makanan.
Hingga awal Oktober 2025, data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan total kasus keracunan MBG telah menembus angka 10.482 anakĀ āIronisnya, alih-alih mereda, kasus keracunan justru melonjak terus pasca penutupan sebagian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam sepekan (29 Septemberā3 Oktober 2025), jumlah korban mingguan mencapai 1.833 anak, jauh melampaui rata-rata September yang mencapai 1.531 anak per minggu. Peningkatan ini juga menandai penyebaran kasus ke dua provinsi baru: Sumatra Barat (122 anak) dan Kalimantan Tengah (27 anak).
āLima provinsi dengan angka keracunan tertinggi dalam sepekan terakhir didominasi Pulau Jawa, dengan rincian yang mengejutkan. āJawa Timur, 620 anak, Jawa Barat, 555 anak dan Jawa Tengah sebanyak 241 anak
Sertifikasi Wajib dan Pengecekan Kualitas
āLonjakan kasus yang masif ini telah mendorong Pemprov Jabar ke mode darurat. Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, mengumumkan langkah drastis memanggil seluruh pihak terkait dari 2.500 dapur SPPG yang beroperasi di Jawa Barat, Rabu ini Ā (08/10).
ā”Kami kumpulkan, termasuk dengan ahli gizinya dan juga para pemilik modalnya,” ujar Erwan, kepada wartawan, Selasa kemarin 07/10.(Ari Yanto)










