Kota Tasikmalaya,SK


Babak Kualifikasi (BK) Panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV mulai digelar di Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya, Jum’at (28/11/2025).
Babak kualifikasi cabang olahraga panahan ini akan digelar selama tiga hari dari hari Jum’at-Â sampai hari Minggu,(30/11/2025) yang diikuti oleh kurang lebih 500 peserta dari 25 Kota/Kabupaten di wilayah Jawa Barat.Sedangkan Banjar dan Pangandaran tidak mengirimkan atlet pada Cabang olahraga ini.
Acara dibuka langsung oleh Ketua Pengprov PERPANI Provinsi Jawa Barat, Dr.Inne Purwadewi,S.Sos,M.M, dan dihadiri Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd.Diky Candranegara, Kabid Kepemudaan dan Olahraga, Momon Suryaman, S.STP, jajaran pengurus PERPANI, beserta tamu undangan lainnya.
Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd.Diky Candranegara, merasa bangga atas terselenggaranya BK Panahan Porprov XV yang dilaksanakan di Kota Tasikmalaya. Karena dengan diselenggarakannya cabor panahan di kota tasikmalaya banyak tamu dari luar kota Tasik yang menginap, dan dapat menghidupkan UMKM,sehingga ada keuntungan ekonomi disitu.
Adapun terkait prestasi atlit, Diky mengaatakan bahwa banyak atlet-atlet Kota Tasikmalaya berprestasi yang ikut atau dibeli Kota/Kabupaten lain.Namun kata Diky, hal itu tidak masalah karena mereka punya hak.
Terkait hal tersebut, Diky merasa sedih dan meminta maaf karena belum bisa maksimal dalam memberikan dukungan kepada para atlit Kota Tasikmalaya.”Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ketika anggarannya tidak mencukupi, ya kita tidak bisa memaksakan” ujarnya.
Ia mengapresiasi atlet-atlet Kota Tasikmalaya yang begitu semangat meskipun dengan anggaran minim.Saat ini raihan medali emas hampir mencapai 20 medali emas.
Ia berharap,kedepannya pemerintah kota harus bisa mencari solusi agar PAD semakin bagus,APBD semakin naik, sehingga bisa sama dengan kota/kabupaten lain.
Sementara itu, Ketua Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kota Tasikmalaya, Hasan Basri, menerangakan pada cabang olahraga panahan ini ada tiga nomor alat, yaitu olympic rikeb, olympic Compound,dan standar nasional.Dikatakan Hasan, pada cabang panahan ini Kota Tasikmalaya mengirimkan 21 atlet dengan target lolos ke KONI, karena kata dia, pada perlombaan ini bukan meraih medali, tapi sampai lolos ke KONI.
” Kita persiapkan semaksimal mungkin meskipun peralatan atlet terbatas, terutama ketersediaan anak panah yang harganya cukup mahal, satu lusin bisa mencapai 12 juta, kalau sama busurnya bisa sampai 70 juta” ungkap Hasan Basri.Ia mengaku bahwa Porprov tahun ini cukup berat saingannya,karena Jawa Barat juara umum POPNAS,Kejurda,kejurnas,dan penyumbang atlit terbanyak di olimpik.
“Meskipun ditengah keterbatasan anggaran dan persaingan berat, ia tetap optimis atlit panahan Kota Tasikmalaya bisa lolos” tutup Hasan.Basri.(Ari Yanto)










