165 Santri Ponpes Al-Amin Tasikmalaya Dilepas,Pimpinan” Pesantren:Jadilah Pemberi,Bukan Beban”

0
84

TASIKMALAYA.SK

Suasana haru dan syukur menyelimuti RM Sambel Hejo, Kota Tasikmalaya, Sabtu 20 Juni 2026. Pondok Pesantren Al-Amin menggelar prosesi pelepasan santriwan dan santriwati yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Pimpinan Ponpes Al-Amin menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para santri. Ia mengajak seluruh orang tua, guru, dan keluarga besar pesantren untuk meridhai langkah para lulusan. “Allah telah mengantarkan, merawat, dan membimbing kita sampai di jenjang ini. Semoga Allah memberi mereka masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, tercatat 165 santri yang dilepas. Rinciannya, 18 santri ditambah 47 santri dari angkatan sebelumnya, sehingga total lulusan mencapai 165 orang. Ke depan, pesantren menargetkan menerima 120 santri baru yang dibagi ke dalam tiga jurusan, dengan masing-masing 20 santri putra per kelas dan 60 santri putri.

Pimpinan pesantren menekankan pentingnya kualitas dibanding kuantitas. “Yang terpenting itu militansi. Kita ingin mereka jadi pemain di tengah masyarakat, bukan sekadar penonton setelah lulus,” tegasnya.

Kepada para lulusan, ia menitipkan empat pesan utama. Pertama, jangan lupa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan bimbingan yang telah diberikan. Kedua, tetap membaca Al-Qur’an. “Saat kita membaca Al-Qur’an, sejatinya kita sedang berdialog dengan Allah dan memohon pertolongan-Nya,” katanya.

Ketiga, jaga salat. Menurutnya, salat adalah induk ibadah. “Kalau salatnya benar, insyaallah amal yang lain ikut baik.” Keempat, belajar bersedekah dan menumbuhkan empati. Para santri diminta untuk memberi perhatian, membantu, dan menggembirakan orang lain.

“Jangan merepotkan orang lain, apalagi membebankan negara. Siapapun yang keluar dari pesantren ini harus memberi, harus menolong, harus membantu, harus menggembirakan masyarakat. Jangan jadi beban,” pesannya tegas.

Kepala Madrasah Al-Amin, Wawan Setiawan Nawawi, turut hadir mendampingi pelepasan. Ia berharap para lulusan membawa nama baik almamater dan menjadi pribadi yang bermanfaat di mana pun berada.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat, ditutup dengan doa bersama. Tangis haru orang tua dan santri pecah saat saling bermaafan, menandai awal perjalanan baru para lulusan mengabdi untuk umat, atas nama Allah dan Rasul-Nya. Ujarnya”.(Ari Yanto)

Redaksi
Author: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini