LABUHAN BATU,SK

Proyek pembangunan titi pelat beton di Afdeling 1,2,3,4 Kebun Panai Jaya, PTPN IV Regional II menjadi sorotan publik. Pasalnya, terdapat perbedaan mencolok antara dokumen bestek dengan kondisi realisasi di lapangan.
Menurut dokumen bestek berjudul “Titi Pelat Beton 5 Meter – 8 Batang” yang diperoleh dari pihak Kerani Teknik Kebun Panai Jaya, proyek tersebut dirancang dengan panjang 5 meter per unit dan menggunakan konstruksi pelat beton.
Namun berdasarkan pantauan dan pengukuran langsung di lokasi pada Rabu 3/6/2026, titi yang dibangun memiliki panjang sekitar 7 meter. Selain itu, menurut keterangan pelaksana lapangan dari CV. RONDESQI, konstruksi yang dikerjakan adalah titi bertulang, bukan pelat beton sesuai bestek.
Soal Anggaran Rp.65 Juta, masih menurut dokumen bestek dari pihak Kerani Teknik Kebun Panai Jaya, nilai anggaran proyek tersebut lebih kurang dari Rp65 juta per unit.
Sementara menurut keterangan pihak pelaksana pemborong CV. RONDESQI, pihak mereka tidak mengetahui rincian anggaran dan menyarankan konfirmasi langsung ke pihak PTPN4 KebunPanai Jaya.
Perbedaan spek dan panjang ini menimbulkan pertanyaan publik terkait kesesuaian teknis dan pertanggung jawaban anggaran negara/BUMN.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak terkait. Pesan konfirmasi telah dikirimkan melalui WhatsApp kepada Kerani Teknik Kebun Panai Jaya pada Selasa 9/6/2026 pukul 09.00 WIB. Dalam pesan tersebut, batas waktu konfirmasi diberikan hingga Rabu 10/6/2026 pukul 09.00 WIB.
Hingga batas waktu yang ditentukan, belum ada jawaban resmi dari pihak PTPN Panai Jaya terkait perbedaan spek, panjang, dan rincian anggaran tersebut.
Pihak redaksi masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab seluas-luasnya kepada PTPN IV Regional II dan pihak terkait lainnya sesuai amanat Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
informasi yang disampaikan kepada publik menjadi berimbang sesuai kaidah jurnalistik.(s.lbs).








