DPRD OKI BERHARAP TRADISI MIDANG MORGE SIWE TETAP DILESTARIKAN.

0
19

OGAN KOMERING ILIR,SK

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab.OKI berharap Midang sebagai salah satu tradisi budaya masyarakat Kayuagung agar tetap dilestarikan dan dengan dana  kegiatan Midang Bebuke Morge Siwe (Arak-arakan Lebaran Sembilan Marga, red) sebesar Rp.15 juta untuk tiap-tiap kelurahan yang mengikuti agenda tahunan Midang tersebut dapat membantu pelaksanaan Midang Tahun 2019 ini.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu anggota DPRD OKI yang juga selaku Wakil Ketua Komisi IV DPRD OKI, Abdul Hamid SH.

Menurutnya Tradisi Budaya Midang Bebuke Morge Siwe memang patut dilestarikan, karena selain sudah mentradisi secara turun temurun, Midang ini sudah ada sejak tahun 1954, bahkan sudah menjadi salah satu atraksi pariwisata yang terdaftar di Kementerian Pariwisata, dan pernah ditampilkan di Istana Negara pada tahun 2007″.

“Adat arak-arakan ini sudah sejak lama dilakukan. Para pelakunya adalah muda-mudi dalam kelurahan. Mulanya midang dilakukan oleh muda-mudi yang kelurahannya ada hajatan pernikahan, kemudian untuk melestarikannya dikembangkan menjadi agenda tahunan pariwisata, tepatnya di setiap lebaran.”

Midang ini juga menjadi event pariwisata nasional. Artinya, midang ini bukan hanya milik Kabupaten OKI, tetapi sudah menjadi salah satu atraksi pariwisata yang terdaftar di Kementerian Pariwisata, dan pernah ditampilkan di Istana Negara pada tahun 2007.

Untuk itulah, selaku wakil rakyat sudah selayaknya tradisi ini terus dilestarikan agar tidak punah ditelan masa, tentunya kita harus support dana.

“Dana untuk Midang tahun 2018 lalu hanya Rp.10 juta, kita perjuangkan menjadi Rp.15 juta perkelurahan,” ya menurut kita sih dan itu masih minim, setidaknya Rp.30 juta per kelurahan, mudah-mudahan kedepan anggaran untuk agenda tahunan masyarakat Kayuagung yang ada pada Dinas Pariwisata ini bisa terlaksana sebagaimana yang diharapkan,”  ungkapnya.

Selain midang, rangkaian daripada lebaran biasanya ada tradisi masyarakat Kayuagung dan sekitarnya yakni menikmati wisata air keliling Sungai Komering Kayuagung dengan menggunakan Speed Boat maupun perahu ketek.

Untuk mencegah kecelakaan lalulintas air saat lebaran Idul Fitri khususnya masyarakat yang sudah mentradisi dengan acara naik speed boat keliling di Sungai Komering Kayuagung. Untuk itu kiranya kita menghimbau Dinas Perhubungan OKI maupun instansi terkait lainnya, kiranya dapat menstandby kan  perahu karet atau speed boat maupun memberikan rambu-rambu lalulintas air serta lainnya untuk mengantisipasi keamanan dijalur yang dilalui para warga yang menikmati nuasa lebaran dengan menggunakan speed boat, sebab hampir tiap tahun sering terjadi kecelakaan bahkan menelan korban jiwa.

“Bagi penumpang speed boat hendaknya diberi pelampung agar tidak tenggelam saat ada kecelakaan,” ini memang seharusnya diperhatikan oleh para sopir speed boat, bila perlu, kalau tidak ada alat pengaman bagi penumpang, speedboat jangan dioperasikan, bahaya, terangnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ir Ifna Nurlaela mengatakan, tradisi midang memang harus tetap dilestarikan. Dengan adanya tambahan dana dari tahun 2018 Rp.10 juta per kelurahan yang kini ditahun 2019 anggarannya meningkat menjadi Rp.15 juta, diharapkan antusias muda-mudi dan masyarakat Kayuagung untuk mengikuti Midang ini akan bertambah banyak dan tentunya diharapkan Midang ini tetap mentradisi dan tetap lestari,”  harapnya. (HS)

Redaksi
Author: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini