Berikan Bantuan Banjir, Wagub Ucap KCIC Tak Miliki Amdal.

0
15

Kota Bekasi, SK.

 

 

 

Sebagai bentuk kehadiran Pemerintah Provinsi (Pemprov), Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum memberi bantuan tanggap darurat banjir sekaligus melakukan pemantauan langsung wilayah terdampak banjir, pada Kamis (27/02/2020) di Perumahan Bumi Nasio Indah, Kelurahan Jatimekar, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi.

Sesampainya dilokasi, Uu di sambut oleh Hj. Mariana Camat Jatiasih dan langusung menelusuri wilayah terdampak banjir dengan didampingi pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Seperti halnya yang terpantau media ini, Tri Adhianto Wakil Walikota Bekasi, Kombes. Pol. Wijonarko Kapolres Metro Bekasi , Ahmad Syahroni Sekretaris Kecamatan Jatiasih, dan H Gofur Lurah Jatimekar terlihat dalam kegiatan itu, menemani Wakil Gubernur Jawa Barat menyisir sisi kali baru, mengecek mesin pompa air, berbincang langsung dengan warga Perumahan Bumi Nasio Indah yang rumahnya juga sempat terendam banjir.

Tri Adhianto Wakil Walikota Bekasi, menerima bantuan bencana banjir sebesar Rp. 750 Juta untuk Kota Bekasi. Secara simbolis bantuan itu diserahkan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, setelah penelusuran wilayah terdampak banjir dilakukan. Pemanfaatan bantuan tersebut dilimpahkan dan dipercayakan kepada Pemerintah Kota Bekasi.

Usai pemberian bantuan bencana banjir diserahkan, Uu mengatakan, jika melihat air di wilayah tersebut memang sudah surut. Namun, akibat dari bencana banjir itu cukup menyisakan banyak imbas bagi masyarakat. Selain itu, berdasarkan hasil pantauan yang telah dilakukan bersama-sama, Wakil Gubernur Jabar itu mengatakan, “Saya merasa prihatin, apa lagi kejadian ini sudah terjadi empat kali. Oleh karena itu, kami datang kesini ditugaskan oleh pak Gubernur untuk melihat situasi dan kondisi, sekaligus mendengarkan keluhan warga, harapan, dan keinginannya,” ucap Uu, menyampaikan kepada media.

Dalam hal terjadinya banjir, Uu juga menanggapi penyebab banjir itu terjadi bukan hanya berdasarkan satu factor hujan datang, atau hujan turun air datang. Namun dari beberapa informasi yang di terimanya antara lain, seperti meningginya permukaan air sungai yang menyebabkan air lebih tinggi dari pada permukiman warga yang berada dibawah, selain itu “Yang kedua juga adanya pembangunan yang bersekala Nasional, adanya KCIC, adanya LRT, dan juga ada Becakayu, dan yang lainnya semuanya memiliki dampak,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat.

Dan kami yang merasa prihatin, Lanjut Uu Ruzhanul Ulum, “Ternyata KCIC (Kereta Cepat Indonesia China – Red) ini kan belum ada Amdalnya, makanya Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan – Red) belum ada, bangunan atau proyek sudah dimulai, ya berdampak seperti ini,” ucap Wagub menambahkan.Oleh karena itu, menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, penyelesaian masalah banjir di Bekasi ini, tidak bisa hanya melibatkan satu pihak saja. Tetapi harus dilakukan secara bersama antara pihak, pemerintah pusat, Provinsi, Kab/Kota, dan termasuk pihak investor yang membuat kegiatan di wilayah tersebut.

Uu mengaku siap mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk membuat program, dengan begitu setelah dilakukannya peninjauan tersebut, ada progress yang dapat meminimalisir bencana banjir di Kota Bekasi. Sedangkan, Wakil Walikota Bekasi berharap, apa yang disampaikan Wagub Jabar bisa terlaksana dalam waktu singkat pada proses perencanaan dan proses penganggarannya. (And) 

Redaksi
Author: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini