Reses II Yenny,Warga Pertanyakan Status Revitalisasi Pasar Kranji Baru

0
612

Kota Bekasi, SK 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Yenny Kristianti mendapat keluhan dari warga soal lambannya proses revitalisasi pembangunan Pasar Kranji Baru.

Keluhan tersebut didengar Yenny Kristianti secara langsung, dalam kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat Reses II Masa Jabatan 2024-2029 DPRD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2025 yang digelar di wilayah RW. 019 Kelurahan Jakasampurna,Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (23/04/2025).

Kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat Reses II ini juga dihadiri lengkap oleh Pejabat wilayah setempat seperti Lurah Jakasampurna, Edi Djunaedi, Sekretaris Kelurahan Jakasampurna, Triyanto, dan para Kasi Kelurahan yang turut serta mendampingi Lurah di dalam kegiatan itu.

Mewakili warganya, kesempatan menyampaikan aspirasi dimulai dari Ketua RW. 019 Kelurahan Jakasampurna, Yanto Darurahman yang menyampaikan 3 point persoalan di wilayahnya.

Ketiga persoalan ini di antaranya seperti; masalah banjir yang menggenangi wilayah tersebut ketika datangnya musim hujan, status revitalisasi pembangunan Pasar Kranji Baru yang dinilai sudah terlalu lama prosesnya, dan keterbatasan lahan Sekretariat Kantor RW. 019 Kelurahan Jakasampurna.

Namun ada hal menarik dari 3 point yang dikeluhkan oleh Yanto Darurahman, point ini merujuk pada status revitalisasi pembangunan Pasar Kranji Baru. Pasalnya keluhan tersebut langsung menjadi respon pertama kali dari Yenny Kristianti, yang merupakan Wakil Ketua Komisi II Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup DPRD Kota Bekasi.

Menurut Ketua RW. 019, keluhan itu ia sampaikan lantaran proses revitalisasi pembangunan Pasar Kranji Baru telah memakan waktu yang sangat lama.

Diketahui, revitalisasi pembangunan Pasar Kranji Baru itu dimulai sejak Desember 2019 yang lalu. Kurang lebih hampir genap 6 tahun pada Desember 2025 ini, hal itu lah yang menimbulkan pertanyaan besar dari warganya, “Karena warga ini sudah bingung ya, bingung. Bingungnya apa? Kok nggak jadi-jadi pasarnya. Dibongkar tapi nggak jadi-jadi? Itu yang jadi pertanyaan,” kata Yanto kepada wartawan media ini.

Sebetulnya, Yanto melanjutkan, “Yang paling krusial di kita itu, sampahnya itu lari ke kita, itu aja sebenarnya. Imbas sampahnya itu dari penampungan sementara kan ngalirnya ke kita, ke RW. 005 dan RW. 019 yang utama itu paling parah. Apa lagi ketika hujan besar, yang kesini itu sampah,” tambahnya.

Selepas kegiatan berlangsung, Yanto mengungkapkan belum mendapat jawaban secara jelas soal status revitalisasi pembangunan Pasar Kranji Baru yang dikeluhkannya, “Kalau saya lihat tadi masih gantung sih jawabannya, gak begitu pasti banget. Karena bukan hanya tanggung jawab dari DPRD, ini kan masalah hajat banyak. Karena dari awalnya itu kan memang, pembangunan pasar itu sudah bermasalah,” ungkapnya.

Meskipun begitu Ketua RW. 019 Kelurahan Jakasampurna ini menyampaikan, besar harapan warga sekitar agar Pasar Kranji Baru tetap dibangun dan Pemerintah Kota Bekasi dapat secara cepat menyelesaikan seluruh persoalan yang ada.

Terkait dengan keluhan ini, sebelumnya Yenny Kristianti sempat menjelaskan bahwa persoalan pasar berada pada Komisi yang berbeda, “Sebenarnya komisinya beda, tapi karena pembangunan jadi masuk ke komisi dua,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi itu pun memaparkan, beberapa bulan yang lalu telah menerima audiensi dari Rukun Warga Pasar Kranji Baru (RWP) yang turut dihadiri oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi maupun Investornya, “Jadi di sana itu, waktu audiensi memang posisi dari pada Pasar Kranji itu masih dalam permasalahan,” paparnya merespon keluhan aspirasi warga. Berdasarkan keterangan dari Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, pihaknya tengah menunggu perjanjian kerja sama (PKS) antara Dinas, Pemerintah Kota Bekasi, dengan Investor yang baru, “Karena kemarin investor yang lamanya itu ada masalah, jadi investor yang baru kayak membeli masalah gitu,” terangnya.

Jadi memang, sambung Yenny, “Sebenarnya kita sudah menyikapi, kita sudah menerima dan memang sedang dalam proses. Karena kan kalau PKS-nya itu juga kita harus runut dari awal lagi, apa lagi sudah beberapa tahun yang lalu. Mungkin akan memakan waktu lagi, karena juga ada permasalahan internal di Pasar sendiri,” imbuhnya.

Tetapi Yenny menekankan, Komisi II concern dengan permasalahan yang ada di Pasar Kranji Baru meskipun complicated (Rumit) dan memiliki banyak masalah, “Karena dari 3 pasar yang di Bekasi, hanya 1 Pasar Kranji yang belum terealisasi pembangunannya dan mudah-mudahan itu bisa disegerakan ya Pak/Bu,” ujarnya.

Kedepan, dalam sesi wawancara singkat Yenny menegaskan, Komisi II akan selalu tetap konsisten untuk mengawal permasalahan mangkraknya revitalisasi Pasar Kranji Baru, “Kita minta (red – Kedepan) untuk perjanjian kerja sama pasar itu dilibatkan, komisi dilibatkan,” pungkas Yenny mengakhiri.

Rangkaian kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyampaian aspirasi dari warga, dan sesi tanya jawab yang dilakukan secara langsung kepada anggota DPRD Kota Bekasi. Adapun beberapa aspirasi lain dari warga yang dapat dirangkum dalam kegiatan itu seperti; perbaikan jalan lingkungan, sistem pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat maupun menjaga produktivitas kaum lansia dan dhuafa.

Sementara Lurah Jakasampurna, Edi Djunaedi berharap aspirasi yang telah disampaikan oleh warga pada kesempatan itu dapat direalisasikan, “Mudah-mudahan Bu Yenny selalu diberikan kesehatan, dan bisa membawa aspirasi kita untuk menjadi suatu realisasi pembangunan di wilayah RW. 019,” tandasnya. (Andrew) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini