Karya Nyata BAZNAS Adakan Pelatihan Barbershop Kepada Mustahik Dan Santri Di Ponpes Al Falah Bersama RMI Banyumas

0
440

JATILAWANG, BANYUMAS,SK

Di tengah semangat membangun kemandirian umat, langkah nyata kembali ditorehkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah melalui program pelatihan usaha produktif bidang barbershop bagi para mustahik dan santri pondok pesantren. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Al-Falah Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Selasa (19/05/2026), menjadi simbol kuat hadirnya zakat sebagai penggerak ekonomi umat menuju masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat.

Informasi kegiatan tersebut disampaikan Tokoh Muda GUS ABAS  putra dari pimpinan pondok alfalah Tinggarjaya kecamatan Jatilawang  Kabupaten Banyumas kepada awak media Gus Abas  menjelaskan secara langsung kegiatan tersebut   di lokasi acara.

Dalam keterangannya, Gus Abas  menegaskan bahwa program kolaborasi BAZNAS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nyata membangun harapan baru bagi masyarakat kecil agar mampu bangkit menjadi pelaku usaha mandiri.

“Ketika kepedulian melebur dalam aksi nyata, di situlah mustahik bertransformasi menjadi mandiri dan berdaya. Kolaborasi BAZNAS bukan sekadar angka atau bantuan yang diserahkan, melainkan sebuah jembatan harapan. Melalui helaan napas doa dan ketukan keterampilan, kita bersama-sama mengukir karya nyata, menyalakan api optimisme, dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat Banyumas menuju hari esok yang jauh lebih gemilang. Selamat berkarya, selamat menyambut kemandirian,” tegas Gus Abas

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti sebanyak 80 peserta dari binaan BAZNAS Kabupaten Banyumas yang berasal dari 47 pondok pesantren. Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Mei 2026, dengan tujuan mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan usaha yang mampu menopang ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar.

Acara turut dihadiri perwakilan Bupati Banyumas Gatot Eko, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Daroji, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas, jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Banyumas, Forkopimcam Jatilawang, Ketua RMI Banyumas, pimpinan organisasi se-Kecamatan Jatilawang, serta Kepala Desa Tinggarjaya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membangun unit-unit usaha produktif di lingkungan pesantren.

“Setelah pelatihan ini, peserta akan diverifikasi. Harapannya, setiap pondok pesantren nantinya memiliki unit usaha barbershop sendiri. Jadi santri bukan hanya pandai mengaji, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi pesantren,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS Banyumas saat ini tengah menargetkan pembentukan 100 unit Z-Mart sebagai bagian dari penguatan ekonomi umat berbasis komunitas dan pemberdayaan masyarakat produktif.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, menegaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus utama BAZNAS dalam mengubah mustahik menjadi muzaki.

“Target kami adalah mengubah mustahik menjadi muzaki. Memang belum semuanya berhasil, tetapi sudah banyak yang meningkat taraf hidupnya. Bahkan ada yang kini sudah mampu membantu orang lain. Itu yang terus kami perjuangkan,” ungkapnya.

KH Ahmad Daroji juga menjelaskan bahwa pelatihan barbershop telah dijalankan BAZNAS Jawa Tengah sejak tahun 2019 hingga 2026 dan telah melatih sedikitnya 242 peserta di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Tugas BAZNAS adalah membuat masyarakat senang dan mandiri. Santri ke depan harus menjadi saudagar dan penggerak ekonomi umat. Tidak semua santri nantinya menjadi kiai, tetapi semua harus mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya penuh semangat.

Dalam kesempatan itu, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan satu set perlengkapan operasional barbershop kepada setiap kelompok peserta dengan total nilai bantuan mencapai Rp1.275.000 per kelompok. Selain itu, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah juga menggelontorkan bantuan program senilai Rp95.300.000, sedangkan BAZNAS Kabupaten Banyumas memberikan dukungan bantuan sebesar Rp210.500.000.

Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhidmatan dan nuansa religius. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Tinggarjaya, KH Ahmad Sobri, memimpin langsung doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan dan manfaat besar bagi masyarakat Banyumas.

Perwakilan pesantren Banyumas, Gus Munif, turut mengapresiasi sinergi antara BAZNAS Banyumas, BAZNAS Jawa Tengah, dan RMI Banyumas dalam menghadirkan program pemberdayaan santri berbasis keterampilan usaha tersebut. “Atas nama pesantren di Banyumas, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari BAZNAS Banyumas, BAZNAS Jawa Tengah, dan RMI. Ini menjadi langkah awal yang luar biasa agar santri mampu mandiri dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” katanya.

Gus Abas  menambahkan, gerakan kolaboratif seperti ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif, melainkan mampu menjadi energi perubahan sosial dan ekonomi umat secara nyata.

“BAZNAS telah menunjukkan kerja nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Semoga pelatihan ini melahirkan santri-santri kreatif, mandiri, dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru di Banyumas,” pungkasnya.(H 5484R SK)

Redaksi
Author: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini