Tasikmalaya,SK


Dalam Kegiatan Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna. (BKKT) Kota Tasikmalaya. tahun 2026. digelar secara sederhana namun,penuh makna Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan kegiatan outdoor.tahun ini pengurus memilih konsep yang lebih simpel di tengah kondisi,efisiensi anggaran.




Ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya, Hery Suhudin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dedikasi seluruh pengurus di tingkat kelurahan dan kecamatan yang tetap solid meski di tengah keterbatasan.
“Walaupun di usia yang ke-66 kita menggelar acara yang sangat sederhana, biasanya kita melaksanakan kegiatan outdoor tetapi hari ini sengaja lebih simple. Mudah-mudahan tidak mengurangi semangat kita dalam memperingati hari jadi Karang Taruna ke-66,” ujar Hery.
Ia menegaskan slogan nasional Karang Taruna tahun 2026, yakni Bersatu, Bergerak, dan Berdampak, menjadi pegangan utama. Menurutnya, Karang Taruna harus membuktikan eksistensinya nyata di setiap kelurahan dan kecamatan.
Hery juga menyinggung kondisi sulit yang dihadapi Pemerintah Kota Tasikmalaya akibat efisiensi anggaran. Jika biasanya Karang Taruna mendapatkan anggaran yang lumayan, tahun ini hanya mendapatkan sekitar Rp.30 juta. Namun hal itu tidak menyurutkan komitmen untuk tetap bermitra dengan pemerintah.
“Kita sudah teruji, dua tahun tidak dapat anggaran tapi kita tidak menjadi oposisi pemerintah. Karena sejatinya Karang Taruna adalah organisasi sosial, bagaimana kita bisa bermitra dengan pemerintah apapun keadaannya, sulit, sehat, senang kita bersama-sama Pemerintah Kota Tasikmalaya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Karang Taruna Kota Tasikmalaya tetap menjalankan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di tahun sebelumnya, pihaknya berhasil menyantuni dan merehabilitasi rumah seorang pemuda yatim piatu yang roboh akibat bencana. Tahun ini, santunan kepada anak yatim di sekitar lokasi acara juga tetap dilaksanakan.
Memasuki periode 2025-2029, Karang Taruna Tasikmalaya memfokuskan pada empat isu utama di Kota Tasikmalaya. Pertama, maraknya kasus HIV/AIDS. Berdasarkan data, hampir 2.000 penderita HIV di Kota Tasikmalaya, dengan salah satu faktor penyumbang terbesar berasal dari perilaku LGBT. Untuk itu, Karang Taruna telah membentuk kader peduli penyakit menular di setiap kelurahan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Kedua, permasalahan sampah. Karang Taruna telah membentuk 10 kader sampah di tingkat kecamatan dengan total lebih dari 80 relawan yang telah dilengkapi rompi, seragam, dan sarung tangan. Produksi sampah Kota Tasikmalaya yang mencapai 400 ton per hari menjadi perhatian serius untuk dikolaborasikan bersama Pemkot.
Ketiga, fenomena geng motor yang meresahkan. Karang Taruna mengusulkan pembentukan Karang Taruna RW sebagai ruang edukasi dan upaya preventif, termasuk pendataan pengguna knalpot brong untuk ditindaklanjuti bersama Polres dan TNI.
Keempat, penyalahgunaan narkoba. Saat ini Karang Taruna mendampingi tiga pecandu obat-obatan jenis tramadol bekerja sama dengan BNN. Satu orang telah berhasil sembuh dan kembali produktif.
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat H. Budi Mahmud yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan selamat HUT ke-66 Karang Taruna. Ia berharap momentum ini menjadi refleksi untuk memperkuat kebersamaan dan semangat pengabdian.
“66 tahun bukan perjalanan yang singkat. Karang Taruna telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan sosial dan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, berorganisasi serta mengembangkan kepedulian,” ujarnya.
Ia berpesan agar Karang Taruna tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi melalui karya nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, dengan membangun kepemimpinan, kreativitas, kewirausahaan, dan kepedulian sosial.
Wakil Walikota Tasikmalaya,Rd.Diky Candra Negara, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut,
Ia menilai, komunikasi antara pemuda dan pemerintah sangat diperlukan agar segala hal yang dilakukan sesuai dengan kondisi permasalahan kota Tasikmalaya saat ini.
Ia pun mengakui masih banyak permasalahan yang dihadapi saat ini, mulai dari kenakalan remaja,kemiskinan, permasalahan sampah,dan permalasahan lainnya.” Mudah-mudahan terjalin kolaborasi yang baik antara pemerintah dan karang taruna untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang ada.dikotaTasikmalaya” pungkasnya.(Ari yanto)










