Tasikmalaya,SK

Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda 292 lulusan program sarjana dan magister. Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Grand Metro Tasikmalaya, Selasa (07/10/2026).
Momen wisuda kali ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Unitas dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
Rektor Unitas, Dr. H. Ade Zaenal Mutaqin, M.Ag., menegaskan bahwa kurikulum di Unitas tidak hanya fokus pada penguatan akademik semata. Setiap mahasiswa di semua program studi wajib mendapatkan mata kuliah kewirausahaan sebagai bekal kemandirian ekonomi.
“Alhamdulillah, berdasarkan penelusuran alumni atau tracer study, banyak wisudawan yang sudah membuka usaha. Bahkan salah satunya sudah merintis usaha sejak masih berstatus mahasiswa. Ini karena mata kuliah kewirausahaan diberikan di setiap prodi,” ujar Ade usai prosesi wisuda.
Menurut Ade, bekal tersebut membuat alumni Unitas tidak “gagap” saat terjun ke dunia profesional. Selain dibekali dengan kompetensi akademik, mereka juga diperkuat dengan pendidikan akhlak, nilai-nilai keislaman, serta kemampuan praktis berwirausaha.
“Jadi lulusan kami tidak hanya dipersiapkan untuk mencari kerja, tapi didorong untuk menciptakan pekerjaan. Dengan bekal adab dan jiwa kewirausahaan itu, para alumni tidak gagap saat memasuki dunia kerja,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebaran alumni Unitas saat ini cukup beragam dan mampu bersaing. Lulusan dari Fakultas Pendidikan banyak yang berkiprah sebagai tenaga pendidik, lulusan Hukum banyak yang berkarir di bidang hukum dan profesional lainnya, sementara sebagian lainnya memilih jalur sebagai entrepreneur.
Berdasarkan hasil tracer study, persentase lulusan yang belum atau tidak bekerja relatif sangat kecil. Hal ini menjadi indikator bahwa kompetensi yang diberikan selama kuliah benar-benar menjadi modal untuk bersaing.
Pernyataan Rektor tersebut diamini oleh Ketua Panitia Wisuda, Dr (Can) Lukmanul Hakim, S.H., M.H., yang menilai capaian ini merupakan hasil dari proses pendidikan yang komprehensif di Unitas.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Islam, H. Heri Hendriyana, S.H., M.H. Ia mengaku bersyukur melihat kiprah alumni Unitas yang mampu terserap di berbagai bidang pekerjaan dan mandiri secara ekonomi.
Menurut Heri, capaian tersebut sejalan dengan cita-cita para pendiri yayasan yang didirikan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sejak tahun 1974, yakni ingin memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
“Harapannya, eksistensi lembaga pendidikan ini bisa memberi kontribusi dalam menyediakan SDM yang unggul, kompeten dan tentu saja menunjukkan akhlak yang mulia,” katanya.
Untuk memperkuat peran tersebut, yayasan saat ini tengah menginisiasi pembukaan program studi baru yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, yakni Program Studi Manajemen Haji dan Umrah.
“Selain mendukung sarana perkuliahan, kita juga sedang merumuskan pembukaan program studi baru. Mohon doa restunya agar diberi kelancaran,” ujar Heri.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Dr. KH. M. Sulhan, M.Ag., yang turut hadir,mengingatkan para wisudawan agar menjadikan kelulusan bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.ujarnya .(Ari Yanto)








