
Pada dasarnya negara Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka ragam suku bangsa dan bahasa sehingga dari banyaknya perbedaan itu memungkinkan terjadinya konflik antar suku, agama maupun ras. Konflik biasanya dilatarbelakangi karena adanya kesalahpahaman dalam komunikasi sehingga menimbulkan konflik.
Adanya peristiwa seperti ini bisa menjadi tolak ukur bahwa konflik yang terjadi bisa saja mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.
Disinilah perlu ditanamkannya Jiwa Bela Negara kepada setiap warga negara yang bisa dimulai dari diri kita sendiri dan keluarga. Hal ini bisa dimulai dengan menjaga kesehatan mental dan jasmani kita sehingga bisa menghindari pengaruh-pengaruh dari luar yang tidak baik terutama pada era sekarang, dimana media sosial sudah berkembang pesat dan menjadi pengaruh besar di kalangan anak muda.
Media sosial saat ini banyak memberi pengaruh negatif misalnya sering adanya berita hoaks yang disebarkan. Disini peran keluarga sangat dibutuhkan.
Peran keluarga seharusnya bisa berdampak positif untuk tumbuh kembang seseorang. Terlebihnya pada anak-anak. Walaupun pada kenyataannya di era sekarang orangtua sudah jarang berkumpul bersama anak karena kesibukan. Orang tua kebanyakan lebih sibuk dengan handphone masing –masing ketika berada di rumah. Sehingga pergaulan dan apa yang dilakukan anak tidak diketahui orang tua bahkan orang tua tidak bisa memantau apa yang dilakukan anak di luar.
Sekecil apapun perhatian yang diberikan akan memberikan dampak yang positif pada anak. Ini Tugas penting untuk Masyarakat Indonesia yang bisa kita mulai dari diri kita sendiri dengan terus menjaga Kesehatan jasmani dan mental kita dengan mengatakan “No untuk Hoaks” dan “No untuk Hasutan-Hasutan” yang bisa memecah belah bangsa karena NKRI Harga Mati.
Demikian catatan kecil saya untuk Indonesia yang saya buat sebagai salah satu Tugas LATSAR CPNS Kementerian Komunikasi dan Informatika Angkatan 25, Yanti Verawati.//












