KalBar,Kapuas Hulu,SK



CV.Ghea Inge dengan menguras dana APBD Kapuas Hulu tahun 2022 sebesar Rp1,7 Miliar tersebut sukses bangun 6 jembatan kayu.
Hal ini membuat kades dan masyarakat tempatan berang merasa kesal pasal nya dinilai tidak masuk akal jika jembatan kayu dan melakukan timbunan beberapa titik saja habis kan anggaran sebesar itu ungkap kades.
Selain itu pekerjaan yang dimulai dari tanggal 21 Juli 2022 tersebut belum menunjukkan progres signifikan.Bahkan pekerjaan jalannya hingga hari ini belum dibangun pihak pelaksana.
Lucu nya lagi Ruslan mengatakan, panjang jalan Nanga Dangkan – Nanga Luan tersebut belasan kilo, dirinya sendiri tidak tahu berapa panjang jalan yang dikerjakan pihak pelaksana. Soalnya proyek yang didampingi Kejaksaan Negeri Kabupaten Kapuas Hulu sudah habis masa kontraknya sementara belum ada progresnya.
Sementara Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Kabupaten Kapuas Hulu Syarifudin menyampaikan bahwa, proyek preservasi pekerjaan ruas jalan Nanga Dangkan – Nanga Luan Kecamatan Silat Hulu itu hanya preservasi atau pemeliharaan bukan peningkatan jalan, belum lagi keterbatasan anggaran sehingga membuat tidak sepanjang jalan bisa ditangani.
“Sedikit saja nimbun atau patching.Sementara ini hanya perataan badan jalan karena banyak jembatan yang harus ditangani jadi anggaran tidak mencukupi untuk melakukan timbunan pada beberapa titik yang rusak sekarang. Rencana awal jembatan hanya satu jembatan, tapi karena banyak jembatan yang darurat harus segera ditangani nambah jadi 6 buah jembatan, ” jelasnya.
Ditempat terpisah dua lembaga sekaligus yang memberi tanggapan kepada media ini yaitu lembaga Swadaya masyarakat LP3K-RI KH LEMBAGA PEMANTAUAN PENYELIDIKAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA, dan lembaga Swadaya Masyatakat LPKPK LEMBAGA PENGAWAS DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH Dan KEADILAN
Lembaga ini sangat menyayangkan mendengar statemen oknum dinas PUPR Kapuas Hulu mengatakan keterbatasan anggaran!! Menurut pantauan kami anggaran sebesar itu sangat besar jika hanya 6 buah jembatan yang dibuat dan jembatan yang dibuat pun hanya jembatan kayu bukan besi.
Melihat kondisi ini dua lembaga ini spakat akan melaporkan persoalan ini agar bisa di audit secara rinci agar tidak terjadi kerugian negara dan kami juga menyayangkan sekali proyek tersebut melibat kan fihak kejaksaan yang menurut kaca mata kami bukan pada tempat nya didalam kegiatan pembangunan poyek karena disana sudah ada konsultan pengawas yang mengawasi pekerjaan tersebut sesuai dengan bidang dan ahlinya.
Kami tidak mau jika nanti ada yang berasumsi jika sudah didampingi fihak kejaksaan proyek tersebut sudah benar dimata hukum walaupun faktanya pekerjaan tersebut banyak menyimpan protes imbuh SYARIPUDIN ALS CAI i dan RAJALI, SE ALS ALENG pimpinan didua lembaga tersebut.
Pernyataan lain di nyatakan oleh ketua LSM GEMPUR kapuas hulu syeh darmadi yang akrab dipanggil Ami dar,saya sangat heran dan sangat menyayangkan begitu banyak proyek dan anggaran yang dikeluarkan baik APBD mau pun APBN ke kapuas hulu tidak dimanfaatkan sebaik baik. Nya, banyak kegiatan dibuat asal bapak senang dan hebat nya lagi pakerjaan besar ini seperti tidak memiliki masalah karena apa hanya segelintir orang saja yang peduli ingin tahu tentang kegiatan yang menggunakan duit negara. Jika masyarakat bersatu dan berani katakan kebenaran saya yakin kapuas hulu menjadi kota maju dengan pembangunan yang menjamur. Saya selalu ketua gempur kapuas hulu akan mendukung apa yang akan dilakukan oleh dua lembaga tersebut jelas nya.(Iskan)










