Tasikmalaya,SK

Dalam Kegiatan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menghadiri peringatan milad Pondok Pesantren Miftahul Huda Jarnauziyyah yang berlokasi di Kampung Sindangsari,Kelurahan Kecamatan Mangkubumi,KotaTasikmalaya,Minggu(27/09/2026).

Kehadiran orang nomor dua di Kota Tasikmalaya itu disambut hangat oleh pimpinan pondok pesantren, para ustadz, santri, serta para alumni yang datang dari berbagai daerah. Milad tersebut menjadi ajang silaturahmi akbar antara keluarga besar pesantren dengan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Diky Chandra menyampaikan ucapan selamat milad kepada keluarga besar Ponpes Miftahul Huda Jarnauziyyah. Ia berharap pesantren tersebut terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan keagamaan di Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri.
“Memang di hari Minggu ini saya mendapat undangan dari warga, ada sebanyak 5 undangan, yang salah satunya undangan menghadiri kegiatan di sini,” ujar Diky mengawali sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan tausiyah singkat dengan konsep 5 S yang menjadi pesan penting bagi para santri dan hadirin yang hadir.
yang pertama, kata Diky, adalah Silaturahmi. Menurutnya, kegiatan milad ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat tali silaturahmi, terutama dengan para alumni dan masyarakat.
“Silaturahim, dimana kegiatan milad ini merupakan kegiatan silaturahim dengan para alumni,” ucapnya.
yang kedua dan ketiga adalah Syukur dan Senyum. Diky menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar rasa syukur yang ada dalam diri.
“Ternyata dari rasa syukur itulah yang membuat kita bahagia. Kebahagiaan tidak muncul dari berapa besar harta yang kita miliki tetapi berapa besar rasa syukur kita,” tegasnya.
Menurutnya, orang yang pandai bersyukur akan selalu tersenyum dan memancarkan energi positif bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini sangat relevan dengan kehidupan santri yang diajarkan untuk selalu qanaah dan bersyukur dalam segala kondisi.
Selanjutnya, yang keempat adalah Sabar. Kesabaran menjadi kunci dalam menuntut ilmu dan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Tanpa kesabaran, proses belajar di pesantren tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.
yang kelima adalah Sholat. Diky mengingatkan bahwa sholat merupakan kewajiban utama yang menjadi tiang agama. Bagi seorang santri, menjaga sholat adalah fondasi utama sebelum melakukan aktivitas lainnya.
“yang ketiga yaitu sabar,yang keempat itu Sholat, karena Sholat itu menjadi kewajiban yang utama, yang kelimanya Sieun atau takut kepada Allah SWT,” pungkas Diky.
Pesan tentang Sieun atau rasa takut kepada Allah SWT menjadi penutup yang mendalam. Rasa takut kepada Allah akan menjaga seseorang dari perbuatan maksiat dan senantiasa berada di jalan yang benar.
Pimpinan Ponpes Miftahul Huda Jarnauziyyah mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya di tengah padatnya agenda. Diharapkan, sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren terus terjalin untuk membangun akhlak dan moral generasi muda di Kota Tasikmalaya.*(Ari Yanto)










