Tasikmalaya,SK


Dalam Kegiatan warga Masyarskat Tetap Semangat kemerdekaan masih terasa kental di RW 17 Cikalang Girang, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang. Warga setempat menggelar puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan suasana meriah di Lapangan Voli RT 03/RW 17, Sabtu malam (05/09/2026).
Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara, Camat Tawang Budi Santosa, Lurah Kahuripan, perwakilan Bakesbangpol, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
Disambut Sisingaan dan Deretan Kesenian Lokal
Kehadiran Wakil Wali Kota disambut antusias oleh warga Masyarakat Cikalang Girang Dalam Keunikan penyambutan terlihat saat Rd. Diky Candranegara dinaikkan ke atas Sisingaan, kesenian tradisional yang melambangkan kegembiraan dan penghormatan kepada tamu.
Sepanjang malam, lapangan dipenuhi pertunjukan seni budaya. Warga menampilkan kuda renggong, tari jaipong, musik karinding, angklung, atraksi pencak silat, hingga kesenian lainnya. Sorak-sorai penonton mengiringi setiap penampilan, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan.
Cikalang Girang Diusulkan Jadi Kampung Budaya
Ketua RW 17 Cikalang Girang, Ato Suwarto, mengaku bangga dengan kekompakan warganya dalam menyukseskan acara. Ia juga mengapresiasi kehadiran unsur pemerintah yang dinilai menjadi bukti nyata kedekatan antara masyarakat dan pemerintah.
“Kami bersyukur warga sangat kompak. Kehadiran Pak Wakil Wali Kota menjadi penyemangat bagi kami. Ke depan kami berharap Cikalang Girang bisa dijadikan kampung budaya di Kota Tasikmalaya, karena potensi seni dan budaya di sini sangat beragam,” ujar Ato.
Menurutnya, pelestarian budaya harus dimulai dari tingkat RW. Dengan rutin menggelar kegiatan kesenian, generasi muda akan lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur.
Wawali: Keberanian Harus Disertai Kesucian
Wakil Wali Kota Rd. Diky Candranegara mengaku takjub dengan kreativitas warga Cikalang Girang. Ia menilai acara tersebut bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengemas peringatan kemerdekaan dengan nuansa budaya lokal.
“Ini luar biasa. Kreatif, kompak, dan penuh nilai. Saya berharap semangat seperti ini menular ke RW-RW lain di kota Tasikmalaya,” kata Diky.
Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan makna simbolis bendera Merah Putih.
“Merah itu keberanian, putih itu kesucian. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Punya keberanian tapi tidak punya kesucian, maka tidak akan bermanfaat. Mari kita isi kemerdekaan dengan keberanian berbuat baik dan kesucian hati untuk membangun kota,” pesannya.
Puncak acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Warga berharap kegiatan serupa bisa terus digelar setiap tahun, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya menjaga identitas budaya Tasikmalaya tetap hidup di tengah masyarakat.(Ari yanto)










