TASIKMALAYA,SK
Dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Tasikmalaya yang diselenggarakan Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya telah memasuki babak akhir. Dari total 53 karya yang masuk, dewan juri menetapkan 10 karya terbaik sebagai pemenang.


Penganugerahan penghargaan diberikan pada acara penutupan dan penyerahan hadiah di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Kota Tasikmalaya, Selasa, 22 September 2026. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri Walikota Tasikmalaya, Sekertaris Daerah Kota Tasikmalaya, Kadisdik, Kepala KCD, para peserta, guru pendamping, dan jajaran Dinas Pendidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Erni Veronica Maramba, dalam sambutannya mengatakan lomba KTI ini telah dilaksanakan empat kali selama menjabat di beberapa daerah termasuk di kota Tasikmalaya,merupakan bagian dari pemenuhan program prioritas pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Secara prinsip, Kejaksaan fokus pada reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi dan narkoba. Tapi kami juga ingin berkontribusi kepada pelaksanaan pembangunan, bukan hanya infrastruktur, tapi juga SDM, terlebih menjelang Indonesia Emas 2045,” ujar Erni.
Ia menjelaskan, kegiatan ini sudah dilakukan sebanyak empat kali dengan sasaran utama generasi milenial dan Gen Z. Lomba kali ini berkolaborasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Erni mengungkapkan, dari 53 karya tulis ilmiah yang masuk, diambil 10 besar terbaik. Proses penilaian dilakukan secara ketat oleh tim juri dengan indikator kesesuaian tema, kekuatan latar belakang masalah, solusi penyelesaian masalah, serta orisinalitas karya.
“Penilaian yang dilakukan juri indikatornya kesesuaian tema, latar belakang masalah, penyelesaian masalah. Dan tidak boleh plagiat. Kami ingin anak-anak jujur dalam berkarya,” tegasnya.
Ia pun memberikan motivasi kepada para pemenang untuk terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan menulis. Menurutnya, kemampuan menulis ilmiah adalah modal penting untuk masa depan.
Sementara itu, Kepala KCD Wilayah XII Provinsi Jawa Barat, Zhairy Adhryanto, menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya. Menurutnya, lomba KTI sangat efektif untuk meningkatkan nilai literasi di kalangan pelajar.
Ia menyebut, penghargaan yang diberikan kepada para pemenang ditandatangani oleh tiga pejabat penting, yakni Wali Kota Tasikmalaya, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Kepala KCD. Piagam tersebut bisa menjadi modal berharga untuk melanjutkan ke jenjang kuliah melalui jalur prestasi.
“Penghargaan ditandatangani 3 pejabat, Wali Kota, Kajari, dan Kepala KCD, yang bisa menjadi modal untuk ke jenjang kuliah. Ini sangat luar biasa,” kata Zhairy.
Ia berharap kegiatan positif ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, siapapun yang menjadi Kajari di Kota Tasikmalaya nantinya. Dengan adanya lomba KTI, diharapkan akan lahir anak-anak terbaik yang mampu menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat ke depan.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, turut mengapresiasi Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya yang telah menginisiasi lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya membangun SDM yang unggul di Kota Tasikmalaya.
Ia menilai, meski lomba ini terlihat sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi masa depan pelajar. Kemampuan berpikir kritis, analitis, dan menuangkan gagasan dalam tulisan adalah kunci daya saing di masa depan.
“Lomba ini terlihat sederhana, tapi sangat berdampak untuk membangun karakter dan daya saing pelajar Tasikmalaya.Kami Pastikan tahun depan akan kembali digelar,” kata Viman.
Ia pun menyampaikan keinginannya untuk memiliki 10 atau 5 generasi muda terbaik yang bisa kuliah di luar negeri namun tetap cinta tanah air sehingga diharapkan dapat membangun kota Tasikmalaya lebih maju kedepannya.(Ari Yanto)










