Salah Satu Oknum RW di Desa Pancawati Ancam Wartawan Lapor Polisi dan Dewan Pers *.

0
273

BOGOR,SK

Hal ini berbuntut dari pemberitaan yang berjudul Diduga Terjadi Benturan Antara Petani Pancawati Dengan Preman Bayaran Oknum Mafia Tanah dan kini Rw tersebut mengancaman pada awak media yang telah memberitakan yang di muat beberapa Media, lewat online dan cetak bahkan oknum RW telah melakukan pengancaman terhadap perusahaan Media yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi dan Informasi untuk melaporkan ke pihak yang berwajib dan melaporkan ke Dewan Pers.

Dalam hal tersebut narasi yang di tulis Media sudah jelas bahwa oknum RW saat dikonfirmasi Media yang terekam di video berdurasi 0.26 mengatakan ,” bahwa dia hanya disuruh bekerja oleh Ibu Diyah dengan bayaran Rp 100,000 perhari, tapi kalau gak kerja mah gak di bayar. Sudah jelas bahasa yang terlontar di video yang terekam itu bukan fitnah seperti apa yang ada di dalam pemberitaan yang di muat oleh Sumatrapos dan Kabarindoraya.com.
Para pekerjapun mengakui di dalam rekaman videonya yang berdurasi 0.23 ” saya bekerja atas perintah Rw Kubil dan Mansyur”.
Saat berada di lokasi Kampung Pancawati Desa Pancawati Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

Oknum Rw tersebut telah melakukan pengancaman terhadap Media yang telah mempublikasikan berita di media Sumatrapos dengan judul Buntut berita hasut fitnah, Nanang ancam lapor polisi dan Dewan Pers dan Kabarindoraya.com dengan judul Akibat Di fitnah jadi kaki tangan mafia tanah, RW di desa pancawati ancam lapor polisi. akan melakukan pelaporan terdapat kepolisian dan Dewan Pers. Wartawan lindungi Undang undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Dalam pemberitaan tersebut yang bersangkutan harus ada hak jawab bukan melaporkan ke pihak polisi, wartawan di lindungi Undang undang Nomor 40 tahun 1999 dan mempunyai kode etik. Tim investigasi LPRI ( Lembaga Pengawasan Repormasi Indonesia ) mengatakan ” kami menangani kasus pancawati ini tidak sembarangan dan harus benar-benar melengkapi data-data, sebab yang kami hadapi ini adalah gunung es, apabila para petani itu benar salah mungkin dari awal sudah di laporkan oleh pihak yang berwajib tapi sampai saat ini tidak ada yang melaporkan”, terangnya.(Yati.S)

Redaksi
Author: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini