Musim Kemarau Tidak Jamin Cuaca Cerah, BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Kilat

0
38
Prakiraan Cuaca BMKG
Prakiraan Cuaca BMKG

Jakarta, SK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan bahwa sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dengan potensi kekeringan, terutama di daerah selatan Khatulistiwa, hingga akhir September. Namun, dalam 24 jam terakhir, hujan sedang hingga lebat tercatat di berbagai wilayah, termasuk Semarang (104.4 mm), Sambas (103.0 mm), Sarmi (94.0 mm), Ambon (69.9 mm), Toli-Toli (61.1 mm), Silangit (57.3 mm), dan Tanjung Pinang (50.8 mm).

Potensi hujan sedang yang disertai kilat dan petir di Jakarta dan sekitarnya telah diinformasikan kepada masyarakat melalui berbagai platform BMKG. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer, seperti aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di Jawa bagian barat, yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Pola pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi), suhu muka laut yang hangat di perairan sekitar Selat Sunda dan Laut Jawa, serta labilitas atmosfer yang tinggi juga berkontribusi pada kondisi cuaca ini. Adanya adveksi dingin dari selatan Jawa menyebabkan kelembapan tinggi di wilayah Pulau Jawa.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, di Jakarta (3 Juni 2024) menyatakan bahwa meskipun sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, beberapa wilayah masih berada dalam masa peralihan musim dengan kandungan uap air dan labilitas atmosfer yang tinggi. Hal ini memicu pertumbuhan awan hujan yang signifikan. Ia juga mengingatkan bahwa terdapat potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin, pola sirkulasi siklonik, serta daerah belokan dan perlambatan angin, turut memicu kondisi ini.

“Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 9 Juni 2024,” tambahnya.

Kepala Pusat Meteorologi Publik, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 3-9 Juni 2024 dapat terjadi di sebagian Sumatra, sebagian Jawa bagian barat, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua.

Andri juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem meskipun sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. “Dampak dari cuaca ekstrem meliputi banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” jelasnya.

Terakhir, Andri meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi infoBMKG dan menghindari berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, guna memperoleh informasi cuaca yang lebih akurat dan informasi perubahan cuaca setiap saat dengan resolusi yang lebih tinggi di setiap kecamatan. (Awaludin)

Sumber : www.bmkg.go.id

A. Awaludin
Author: A. Awaludin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini