Wamenkes dan Wamendagri Serbu Kampung di Kota Tasikmalaya, Jemput Bola Berantas TBC

0
37

TASIKMALAYA,SK

Dalam kegiatan  Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin   Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri  Dalam   Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja ke KotaTasikmalaya, Selasa, (22/09/2026).

Kunjungan diawali dengan meninjau Kelurahan Siaga TBC diwilayah Cilembang Kecamatan Cihideung dilanjutkan dengan peninjauan pelayanan  di RSUD dr. Soekardjo KotaTasikmalaya.

WamenkesRI,dr.Benjamin Paulus Octavianus,menyampaikan Jawa Barat,merupakan salah satu provinsi dengan penanganan,penemuan.  kasus, Tuberkulos is (TBC) dan  pengobatan terbaik.di Indonesia,meskipun.jumlah kasusnya menjadi yang tertinggi secara nasional.

“Jawa Barat ini adalah satu provinsi.  yang  penanganan penemuan kasus TB dan pengobatannya,salah satu yang terbaik di Indonesia.   Memang   kasusnya banyak, kasus TB tertinggi di Indonesia kan di  Jawa Barat,   diperkirakan   ada 231 ribu  kasus. Tapi kelebihannya,kasus yang ditemukan itu   97 persen dan    yang   diobati   lebih dari 93persen,”ujar Benjamin.

Menurutnya, untuk urusan menemukan dan mengobati, Jawa Barat sudah sangat bagus. Namun saat ini pemerintah pusat mengubah strategi, tidak lagi menunggu orang sakit datang, melainkan mencegah orang menjadi sakit.

Caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap kontak erat serumah pasien TBC. Program jemput bola kini digencarkan dengan masuk langsung ke desa-desa/Kelurahan dan perkampungan.

“Buat apa tunggu orang sakit? Sekarang program kita mencegah orang sakit. Jadi kontak erat serumah harus diperiksa dengan serius. Maka kita sekarang menyerbu ke desa-desa, masuk ke perkampungan seperti hari ini. Ngapain nunggu mereka datang ke Puskesmas? Kalau ke Puskesmas sudah sakit dulu kan? Tidak usah, ini jemput bola, disamperin aja ke rumah,” tegasnya.

Benjamin menjelaskan, program ini merupakan program prioritas nasional yang dilakukan dari Aceh sampai Papua. Presiden Prabowo Subianto meminta agar Indonesia segera bisa bebas dari TBC. Untuk itu, penanganannya harus dilakukan secara luar biasa seperti penanganan Covid-19, yakni dengan pengeroyokan lintas sektor.

“Tidak bisa Kementerian Kesehatan saja. Makanya tadi ada Wamendagri, nanti kepala Dukcapilnya datang, kepala BPJS-nya datang, terus Menteri Perumahan juga menyiapkan anggaran untuk merenovasi rumah pasien TB yang tidak mampu,” jelasnya.

Semua kementerian dan lembaga kini diarahkan Presiden Prabowo untuk bergerak mendukung program prioritas negara agar umur harapan hidup masyarakat Indonesia semakin panjang dan dalam keadaan sehat. Program ini tidak hanya mengobati orang sakit, tetapi mencegah orang sakit mulai dari penyediaan air bersih, perbaikan lingkungan hidup, dan sanitasi.

Pada kesempatan tersebut, Wamenkes juga mengungkapkan rencana besar pemerintah pusat di bidang kesehatan pada tahun 2027. Pemerintah akan membangun 1.988 Puskesmas baru dengan kebutuhan lahan sekitar 2.500 meter persegi per Puskesmas. Selain itu, akan merenovasi 441 Rumah Sakit Daerah di seluruh Indonesia, termasuk RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

“Untuk RSUD dr. Soekardjo juga sama akan direnovasi” katanya.

Sedangkan untuk dana penanggulangan TBC, Kota Tasikmalaya mendapatkan alokasi sebesar Rp 2,90 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat program Kelurahan Siaga TBC dan skrining aktif di masyarakat.

Ia pun berjanji akan memberikan bantuan alat portable X-Ray ke setiap rumah sakit untuk mempercepat deteksi dini kasus TBC di lapangan.

“Dengan alat portable ini, kita bisa langsung rontgen di Puskesmas, tidak perlu pasien jauh-jauh ke rumah sakit,” pungkasnya.(Ari Yanto)

 

Redaksi
Author: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini